Pameran Seni Rupa INKLUSIF yang digelar di Getback Parlour, Jakarta Selatan, menampilkan komitmen terhadap keberagaman dan inklusivitas dalam produksi pengetahuan. Pameran ini sekaligus menjadi contoh penting tentang nilai inklusif sebagai bagian dari proses kreatif dan penguatan ruang apresiasi bagi semua perupa.
Kurator Nawa Tunggal menegaskan bahwa inklusivitas menjadi pilihan kuratorial yang penting untuk membuka ruang lebih luas bagi perupa difabel. “Secara hitungan, disabilitas kerap berada di luar harapan. Teman-teman disabilitas ini bisa terhitung sebagai pekerja seni dan perlu diapresiasi publik,” ujarnya saat membuka pameran.
Sementara itu, Zam ZAM Muzammil menyampaikan bahwa Pameran Seni Rupa INKLUSIF bertujuan menghadirkan keberagaman karya seni rupa, khususnya karya perupa dengan karunia khusus, agar dapat berbaur dan diapresiasi setara dengan perupa lainnya. Pameran dibuka secara resmi oleh Avianti Armand.
“Seni harus dirawat dan dipelihara agar tetap hidup. Sekitar 12.000 seniman aktif di negeri ini mencari peluang pameran. Bagaimana mereka memiliki portofolio jika jumlah tempat pameran tidak sebanding dengan jumlah seniman,” kata Zam ZAM dari Getback Parlour dalam pengantar pembukaan pameran.
Pameran Seni Rupa INKLUSIF dapat disaksikan di Getback Parlour, Rukan Dutamas Blok B2/12, ITC Fatmawati, Jl. Fatmawati Raya 39, Jakarta Selatan. Pameran berlangsung pada 6 Desember 2025 hingga 17 Januari 2026.





