Kenangan yang memberi kesan di masa lalu ternyata tidak bisa hilang dari memori. Berbagai peristiwa yang melekat dalam pikiran akan kembali bergolak ketika pemicu datang. Layaknya menjemput nilai baru dalam sedimentasi peristiwa atau timbunan dalam pikiran, memperlihatkan pembicaraan atau pewacanaan pada masa kini. Hal ini membuktikan masa lalu masih tertata untuk ditampilkan pada masa kini. Demikian pameran yang pesertanya seniman muda dikelola dari dua dekade yang lalu.
Pameran berjudul Then & Now, sebuah pameran yang dikuratori oleh Vivi Yip untuk menghormati warisan YICA (Young Indonesian Contemporary Artists), sebuah platform inovatif yang memperkenalkan seniman-seniman muda ke kancah seni lokal dan internasional, melalui pendirian Vivi Yip Art Room pada tahun 2008.
Pameran Then & Now dibuka pada: Selasa, 13 Januari, pukul 18.00, pameran akan berlangsung 14 Januari – 7 Februari 2026. Pameran bertempat di Baik Art Jakarta, Jl Sekolah Duta V No 35, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pada tanggal 18 Januari 2026 pukul 14.00, juga akan dilangsungkan art talks dengan narasumber Aminudin TH Siregar sedangkan panelis Syakieb Sungkar dan moderator Bre Redana.
Setelah hampir dua dekade sejak awal berdirinya Vivi Yip Art Room, pameran ini menyatukan kembali sebelas seniman: Agan Harahap, Angki Purbandono, Arkiv Vilmansa, Badruzzaman, Erik Pauhrizi, Hendra “HeHe” Harsono, Ronald Apriyan, Sutra Djarot, Syagini Ratna Wulan, Theresia Agustina, dan Wastuwidyawan Paramaputra, bersama dengan Arin Dwihartanto Sunaryo, Erika Ernawan, dan Iqi Qoror, menampilkan karya-karya lama dan baru dari masing-masing seniman.
Menurut Vivi Yip, Then & Now menghadirkan pertemuan perjalanan setiap seniman dalam mengeksplorasi dan mematangkan praktik mereka selama bertahun-tahun: beberapa mengeksplorasi lebih lanjut media andalan mereka sambil menyuarakan keprihatinan saat ini.
“Beberapa terus memperdalam penelitian mereka dan memvisualisasikannya melalui pendekatan yang berbeda, memvisualisasikan pertumbuhan, transformasi, dan kesinambungan” ,tulis Vivi Yip dalam kuratorialnya.* (AF)





