Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing dan memperluas akses pasar industri kecil dan menengah (IKM) melalui kolaborasi strategis dengan PT Rumah Mebel Nusantara (IKEA Indonesia) dalam program Teras Indonesia. Dalam waktu kurang dari satu tahun, program ini telah berhasil menjaring ratusan IKM yang lolos proses kurasi dan memperoleh kesempatan memasarkan produknya sebagai tenant di sejumlah gerai IKEA di Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Teras Indonesia merupakan bentuk kemitraan strategis yang memberikan dampak nyata bagi penguatan branding produk lokal IKM. Menurutnya, capaian program ini menunjukkan komitmen Kemenperin dalam membuka peluang kolaborasi untuk membawa jenama IKM ke ekosistem pasar industri yang lebih luas.
Kerja sama antara Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin dengan IKEA Indonesia dimulai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman pada 2 Desember 2024, dan mulai diimplementasikan pada 3 Maret 2025 dengan melibatkan tujuh IKM binaan yang menampilkan produknya di toko IKEA selama satu bulan. Selain mendapatkan fasilitas booth gratis di area Teras IKEA, para IKM juga memperoleh eksposur luas melalui jaringan ritel furnitur global yang memiliki basis pelanggan generasi muda dan adaptif terhadap tren.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 118 IKM tercatat lolos kurasi Teras IKEA, dengan 98 di antaranya telah mengisi booth di tujuh gerai IKEA, yakni Alam Sutera, Sentul City, Mal Taman Anggrek, Jakarta Garden City, Kota Baru Parahyangan Bandung, Ciputra Surabaya (batch tertentu), dan Bali. Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengungkapkan bahwa para peserta mencatatkan penjualan yang menggembirakan, dengan total nilai transaksi mencapai Rp936,99 juta, di mana kontribusi terbesar berasal dari IKEA Alam Sutera, Tangerang.
Reni menambahkan, seluruh hasil penjualan menjadi milik IKM karena IKEA tidak memberlakukan potongan pendapatan maupun biaya tambahan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan dan pelatihan untuk meningkatkan daya tarik produk. Program Teras IKEA direncanakan berlanjut pada 2026 dengan proses kurasi yang tengah berlangsung dan pendaftaran dibuka setiap triwulan.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menilai program ini memberikan manfaat signifikan bagi peningkatan kualitas produk, termasuk dalam hal penataan display, pengemasan, pemilihan tema warna, hingga penyusunan storytelling dan katalog. Salah satu peserta, Liza Lestari dari IKM Kallama Art, menyebut program Teras IKEA membuka peluang besar bagi IKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan eksistensi produk di berbagai kanal distribusi.





