Pemerintah Malaysia, khususnya negara bagian Sarawak, menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam sektor industri kreatif dan pariwisata melalui partisipasi aktif di ajang Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT). Hal tersebut disampaikan oleh Timbalan Menteri Pelancongan, Industri Kreatif dan Seni Persembahan Sarawak, Datuk Snowdan Lawan, dalam wawancara bersama Redaksi Majalah INACRAFT.
Datuk Snowdan mengapresiasi kualitas penyelenggaraan INACRAFT dan menyebut pameran ini sebagai salah satu platform paling strategis di kawasan Asia Tenggara dalam mempertemukan pelaku industri kriya, desainer, pembeli internasional, serta pemangku kepentingan industri kreatif.
“Persiapan Malaysia untuk mengikuti pameran ini sangat baik, dan apa yang saya lihat di sini amat menakjubkan. Ini adalah kali keempat saya datang ke INACRAFT. Setiap tahun saya hadir untuk melihat langsung perkembangan pameran sekaligus memastikan partisipasi delegasi Sarawak berjalan optimal,” ujarnya.
Malaysia secara konsisten mengirimkan pelaku industri kreatif, khususnya dari Sarawak, untuk berpartisipasi dalam INACRAFT. Menurut Datuk Snowdan, keikutsertaan tersebut memberikan manfaat besar bagi kedua negara, baik dalam memperluas jejaring bisnis, memperkenalkan kekayaan budaya, maupun memperkuat hubungan ekonomi kreatif antara Indonesia dan Malaysia.
Ia menilai kolaborasi antara Indonesia dan Sarawak merupakan peluang strategis yang perlu terus dikembangkan, mengingat kedekatan budaya serta kesamaan karakter industri kriya di kedua wilayah.
“Kami melihat ini sebagai satu keuntungan besar antara Indonesia dan Sarawak. Hubungan ini membuka ruang kolaborasi jangka panjang, terutama dalam industri kerajinan tangan dan subsektor kreatif lainnya,” katanya.
Selain aspek promosi dan perdagangan, Datuk Snowdan juga menyoroti pentingnya kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia dalam industri kreatif. Menurutnya, INACRAFT dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kapasitas perajin, peningkatan kualitas desain, serta transfer pengetahuan lintas negara.
“Pameran ini membuka banyak peluang pendidikan bagi mereka yang terlibat dalam industri kerajinan tangan. Kita ingin menciptakan lebih banyak peluang pembelajaran dan memperkuat generasi baru pelaku industri kreatif,” ujarnya.
Malaysia juga berupaya memperluas kerja sama dengan Indonesia melalui undangan resmi kepada pelaku usaha kreatif Tanah Air untuk berpartisipasi dalam pameran bisnis dan perdagangan global yang akan diselenggarakan di Malaysia pada November mendatang. Undangan tersebut mencakup kota-kota besar dan pusat industri kreatif Indonesia, sebagai bagian dari strategi memperluas akses pasar internasional.
“Kami mengundang kota-kota dari Indonesia untuk turut serta dalam acara perniagaan global yang kami selenggarakan. Ini adalah peluang besar untuk memperluas pasar dan memperkuat posisi produk kreatif di tingkat dunia,” ujar Datuk Snowdan.
Ia menegaskan bahwa kerja sama antara Malaysia dan Indonesia juga melibatkan sinergi lintas kementerian, termasuk sektor pariwisata, industri kreatif, dan seni persembahan. Pendekatan terintegrasi ini dinilai penting untuk memperkuat ekosistem kreatif yang berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing global.
“Kolaborasi antara kementerian pariwisata, industri kreatif, dan seni membuka peluang besar dalam membangun konten kreatif yang kuat. Ini merupakan kesempatan strategis untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing industri kreatif regional,” katanya.
Datuk Snowdan menambahkan bahwa pasar global menjadi target utama bagi pelaku industri kreatif Malaysia dan Indonesia. Menurutnya, produk kriya dari kedua negara memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional, terutama jika didukung oleh promosi yang kuat, digitalisasi, dan kerja sama perdagangan lintas negara.
“Peluang untuk menembus pasar dunia sangat luas. Dengan kolaborasi yang erat, kita dapat memperkuat posisi industri kreatif Malaysia dan Indonesia di tingkat internasional,” ujarnya.
Fokus Kolaborasi dengan Yogyakarta sebagai Pusat Industri Kreatif
Dalam wawancara tersebut, Datuk Snowdan secara khusus menyoroti Yogyakarta sebagai salah satu mitra strategis dalam pengembangan kerja sama industri kreatif antara Malaysia dan Indonesia. Ia menyebut Yogyakarta sebagai pusat budaya dan kreativitas yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kriya, desain, serta konten budaya.
Menurutnya, Sarawak telah melakukan kunjungan ke Yogyakarta untuk melihat langsung peluang kolaborasi di berbagai bidang, termasuk promosi budaya, publikasi kreatif, serta pengembangan produk dan konten industri kreatif.
“Kami pernah ke Yogyakarta untuk melihat secara langsung potensi yang ada di sana dan menjajaki peluang kerja sama antara Yogyakarta dan Sarawak. Ke depan, kami juga berencana mengajak Yogyakarta untuk terlibat dalam berbagai inisiatif kreatif, termasuk partisipasi dalam proyek penerbitan dan promosi budaya,” katanya.
Ia menilai kolaborasi antara pusat kreatif seperti Yogyakarta dan Sarawak dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam pertukaran ide, inovasi desain, serta penguatan branding produk kriya di pasar internasional.
Menutup wawancara, Datuk Snowdan menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara INACRAFT dan menegaskan harapannya agar kemitraan strategis antara Malaysia dan Indonesia dalam industri kreatif dapat terus diperkuat, baik melalui pameran internasional, program pendidikan, maupun ekspansi ke pasar global.





