Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) turut ambil bagian dalam Pameran INACRAFT dengan menghadirkan berbagai produk UMKM binaan yang telah melalui proses pendampingan berkelanjutan. Kehadiran Yayasan Astra di ajang ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendorong pelaku usaha kecil dan menengah agar mampu menghasilkan produk berdaya saing tinggi.
Head Marketing Communication dan Human Capital YDBA, Rahmat Handoyo, menjelaskan bahwa pihaknya hadir bersama Astra untuk menampilkan produk-produk unggulan dari UMKM binaan serta komunitas Desa Sejahtera Astra (DSA). Secara total, terdapat delapan booth yang diisi oleh empat UMKM binaan Yayasan Astra dan empat komunitas dari Desa Sejahtera Astra.
“Produk yang kami tampilkan di INACRAFT berfokus pada sektor kriya dan fesyen, sejalan dengan semangat pameran yang mengangkat kerajinan serta peran perempuan sebagai pelaku utama,” ujar Rahmat.
Menurutnya, YDBA secara konsisten membina UMKM di empat sektor utama, yakni manufaktur, bengkel umum roda empat, kerajinan dan kuliner, serta pertanian. Untuk INACRAFT, pihaknya secara khusus menghadirkan UMKM yang bergerak di bidang kriya, dengan mayoritas pelaku usaha adalah perempuan.
Rahmat menegaskan bahwa UMKM yang ditampilkan telah melalui proses seleksi ketat. Selain belum pernah difasilitasi pada penyelenggaraan INACRAFT sebelumnya, para pelaku usaha juga harus memenuhi standar Quality, Cost, and Delivery (QCD). Pendampingan dilakukan secara menyeluruh agar UMKM mampu menjaga kualitas produk, menentukan harga yang kompetitif, serta memenuhi standar distribusi bagi pelanggan.
“UMKM yang tampil di sini sudah melewati proses pembinaan intensif, baik dari tim Yayasan Astra maupun dari ekosistem Desa Sejahtera Astra,” katanya.
Sejumlah produk unggulan turut dipamerkan, di antaranya Kawung Asli, UMKM binaan dari Bandung yang menghadirkan kerajinan anyaman bambu dengan desain khas dan kualitas pengerjaan yang rapi, serta telah meraih berbagai penghargaan dan memiliki potensi ekspor. Selain itu, terdapat UMKM pembuat boneka karakter hewan dari wilayah Bogor yang dikenal dengan kualitas bahan, tekstur lembut, serta tingkat repeat order yang tinggi.
Rahmat menyebutkan bahwa partisipasi dalam INACRAFT memiliki beberapa target strategis, mulai dari memperkenalkan semangat pembinaan Astra terhadap UMKM, meningkatkan eksposur produk di hadapan pasar yang lebih luas, hingga membuktikan bahwa UMKM yang mendapatkan pendampingan serius dapat naik kelas dan menembus pasar ekspor.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dengan pelatihan, pendampingan, dan pembinaan yang berkelanjutan, UMKM dapat berkembang pesat dan menghasilkan produk berstandar global,” ujarnya.
Ia menambahkan, YDBA telah berpartisipasi dalam INACRAFT selama hampir satu dekade dan berharap pameran ini dapat terus dipertahankan sebagai etalase utama produk kriya nasional. Ke depan, pihaknya juga membuka peluang untuk mengikuti pengembangan INACRAFT di daerah, termasuk rencana penyelenggaraan di Yogyakarta, dengan tetap mempertimbangkan koordinasi internal dan perencanaan anggaran.
Melalui keikutsertaan di INACRAFT, YDBA menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UMKM Indonesia agar tumbuh berkelanjutan, memiliki daya saing, dan mampu membawa produk lokal ke panggung global.





