Pameran kerajinan terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara, INACRAFT 2026, kembali digelar dengan optimisme tinggi. Mengusung semangat penguatan industri kreatif nasional, pameran yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) ini menargetkan nilai transaksi sebesar Rp102,5 miliar selama penyelenggaraan.
INACRAFT tahun ini merupakan yang ke-26 sejak 1999 dan akan berlangsung pada 4–8 Februari 2026. Untuk tahun ini, INACRAFT mengambil tema ‘Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft’.
“Perempuan telah menjadi inovator, wirausaha, sekaligus penjaga nilai budaya yang berkontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi keluarga, menggerakkan ekonomi daerah, dan menghadirkan produk kriya yang adaptif serta berdaya saing,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya saat memberikan sambutan di INACRAFT 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC).
Pameran yang diselenggarakan oleh Asosiasi Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama PT Mediatama Binakreasi ini konsisten menjadi ruang strategis untuk menampilkan kiprah perempuan pegiat usaha kreatif khususnya di bidang kriya dalam mendorong inovasi, daya saing, dan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan. Menteri Ekraf Teuku Riefky turut menekankan bahwa subsektor kriya memiliki posisi strategis dalam ekonomi kreatif nasional.
Apalagi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sepanjang Januari–November 2025, fesyen dan kriya menjadi dua kontributor utama ekspor ekonomi kreatif Indonesia. Data itu menunjukkan capaian ekspor kriya sebesar 12.034,1 juta dolar AS.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kriya tidak hanya menjadi ekspresi budaya, tetapi juga penggerak perdagangan dan pencipta nilai tambah ekonomi nasional,” tegas Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Sejalan dengan penguatan subsektor kriya sebagai penggerak ekonomi kreatif nasional, Kementerian Ekraf memberikan dukungan pada INACRAFT 2026 melalui keterlibatan dalam penjurian INACRAFT Awards serta fasilitasi showcase produk kriya jenama binaan di Assembly Hall, booth nomor 8–9.
Tiga jenama kriya binaan Kementerian Ekraf yang tampil pada INACRAFT 2026 yakni Decak Handmade dengan produk patchwork tekstil berkelanjutan berbasis pemberdayaan perajin perempuan, Indang Apang Galeri yang mengangkat anyaman rotan sebagai karya fungsional bernilai budaya, serta Elsaria Ulos dari Sumatera Utara yang menghadirkan kain ulos tenun tradisional dengan inovasi motif dan pewarnaan alam.
Pada penyelenggaraan tahun ini, INACRAFT juga menghadirkan dua kategori baru dalam INACRAFT Awards 2026 yaitu INACRAFT Digital Excellence Award 2026 dan INACRAFT Womenpreneurs Award 2026, sebagai bentuk apresiasi atas inovasi pemanfaatan teknologi digital serta kiprah perempuan berprestasi di subsektor kriya.
Rangkaian pembukaan INACRAFT 2026 dimeriahkan dengan peragaan busana karya pengrajin perempuan dari berbagai daerah. Prosesi menumbuk lesung turut digelar sebagai simbol ketekunan dan kreativitas perempuan, sekaligus merepresentasikan peran womenpreneurs di bidang kriya dalam menjaga warisan budaya dan menggerakkan ekonomi kreatif berkelanjutan.
Turut hadir pada pembukaan INACRAFT 2026 antara lain Ketua Umum DEKRANAS Pusat Selvi Gibran Rakabuming, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Ketua Umum BPP ASEPHI Muchsin Ridjan, perwakilan Badan Kehormatan ASEPHI Abdul Latief, anggota Seruni Kabinet Merah Putih, serta para duta besar negara sahabat.
Sedangkan turut hadir mendampingi Menteri Ekraf Teuku Riefky yaitu Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Plh. Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Amir Hamzah, dan Direktur Kriya Neli Yana.





