Halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta dipenuhi warga yang datang sejak pagi untuk menghadiri gelar griya Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (21/3). Bagi sebagian masyarakat, kesempatan tersebut menjadi momen langka untuk bertemu langsung dengan kepala negara.
Antrean warga tampak mengular sejak pagi. Mereka datang dari berbagai latar belakang dengan tujuan yang sama, yakni bersilaturahmi sekaligus merasakan suasana Lebaran di lingkungan Istana. Sejumlah warga mengaku telah menantikan kesempatan ini sejak lama.
Reza, salah satu pengunjung, mengatakan keinginannya hadir terinspirasi dari tradisi gelar griya yang sebelumnya rutin digelar di Istana. Ia memanfaatkan momentum tersebut untuk bisa datang langsung dan bertemu Presiden.
Di lokasi yang sama, Nina hadir bersama adiknya, Samuel, penyandang disabilitas. Ia mengaku sengaja datang dengan harapan dapat bertemu langsung Presiden Prabowo. “Kami datang bersama-sama, naik transportasi umum, memang ingin bertemu langsung,” ujarnya.
Antusiasme juga terlihat dari anak-anak yang hadir bersama keluarga. Ayu, salah satu pengunjung, mengaku senang bisa berjabat tangan dengan Presiden dan menerima hadiah. “Senang sekali bisa bertemu langsung,” katanya singkat.
Sementara itu, Aji Agung Waruna, pengemudi ojek daring, menyampaikan rasa syukurnya dapat menghadiri acara tersebut. Ia menilai kesempatan bertemu langsung Presiden menjadi pengalaman yang tidak mudah didapatkan.
Hal serupa disampaikan Thalia dan Marco yang mengaku terkesan dapat melihat langsung sosok Presiden yang selama ini hanya mereka saksikan melalui layar. Mereka berharap Presiden dapat terus menjalankan tugasnya dengan baik.
Gelar griya Idulfitri di Istana Kepresidenan tahun ini menjadi ruang pertemuan antara pemimpin dan masyarakat. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga memperlihatkan kedekatan simbolik antara pemerintah dan warga dalam suasana Lebaran.





