Kementerian Perindustrian bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mendorong penguatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) kriya dan wastra menjelang peringatan HUT ke-46 Dekranas. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pembinaan untuk meningkatkan kualitas produk dan akses pasar pelaku usaha.
Kegiatan ini ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Road to HUT ke-46 Dekranas yang dirangkai dengan webinar bertema pengembangan kriya berkelanjutan. Wakil Ketua Harian I Dekranas Loemongga Kartasasmita mengatakan kegiatan tersebut menjadi awal rangkaian program untuk memperkuat daya saing kriya nasional di pasar domestik dan internasional.
Menurut dia, sektor kerajinan memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekspor. Pada 2025, ekspor produk kerajinan tercatat tumbuh 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan rangkaian kegiatan pembinaan akan berlangsung sepanjang tahun. Program tersebut meliputi webinar, bimbingan teknis, pendampingan sentra industri, hingga fasilitasi partisipasi dalam pameran.
Beberapa program yang disiapkan antara lain pendampingan diversifikasi produk rotan, kayu, dan kulit di Cirebon, pengembangan produk gerabah di Purwakarta, serta pembinaan sentra bambu di Kalimantan Selatan dan tenun di Kediri. Pelaku IKM juga akan difasilitasi mengikuti pameran nasional seperti peringatan HUT Dekranas di Makassar dan pameran Kriyanusa di Jakarta.
Pemerintah berharap melalui rangkaian program tersebut, pelaku IKM kriya dan wastra mampu meningkatkan inovasi, kualitas, serta kapasitas usaha sehingga produk Indonesia semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.





