Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mendorong koperasi di Indonesia untuk memperkuat kemitraan dan membangun jaringan kerja sama antarkoperasi. Menurut dia, model kolaborasi menjadi kunci untuk memperbesar kontribusi koperasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025 Koperasi Astra di Jakarta, Jumat (10/4), Farida menegaskan koperasi tidak bisa berjalan sendiri.
“Koperasi bisa berkolaborasi dan bekerja sama dengan koperasi lain. Koperasi adalah jaringan ekosistem,” ujarnya.
Menurut Farida, saat ini terdapat sekitar 131 ribu koperasi aktif di Indonesia, ditambah 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Jumlah tersebut dinilai menjadi potensi besar untuk memperluas peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menunjukkan keberpihakan yang kuat terhadap penguatan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
Karena itu, ia mendorong Koperasi Astra untuk menjalin sinergi dengan koperasi desa dan kelurahan yang sedang dikembangkan pemerintah.
Farida juga mengapresiasi capaian kinerja Koperasi Astra sepanjang 2025 yang menunjukkan tren pertumbuhan positif. Menurut dia, pertumbuhan tersebut menjadi cerminan kepercayaan anggota terhadap pengurus.
“Koperasi Astra sudah 36 tahun dan terus bertahan sampai sekarang karena ada rasa kepemilikan anggota untuk membangun koperasi,” kata Farida.
Ia menegaskan bahwa RAT bukan sekadar forum pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), melainkan forum tertinggi dalam tata kelola koperasi. Dalam forum itu, setiap anggota memiliki hak suara yang sama untuk menentukan arah pengembangan koperasi.
“Inilah bedanya koperasi dengan badan usaha lain. Semua anggota memiliki hak suara yang sama,” ujarnya.
Ketua Pengawas Koperasi Astra Endro Wahono mengatakan koperasi tersebut telah membuktikan daya tahan sejak berdiri pada 1990.
Menurut dia, di tengah berbagai tantangan ekonomi, Koperasi Astra terus melakukan inovasi untuk meningkatkan layanan kepada anggota dan memperkuat kolaborasi usaha.
“Dengan integritas dan terus memperkuat tata kelola, Koperasi Astra akan terus bertumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih besar,” kata Endro.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, pendapatan usaha Koperasi Astra dan entitas anak mencapai Rp510,43 miliar, naik 12,41 persen dibandingkan 2024.
Sementara itu, SHU tahun 2025 tercatat Rp82,10 miliar, meningkat 9,33 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp75,09 miliar.
Dari sisi aset, nilai aset koperasi dan entitas anak mencapai Rp1,71 triliun, tumbuh 5,77 persen dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp1,62 triliun.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa koperasi, jika dikelola dengan tata kelola yang baik dan kolaborasi yang kuat, tetap memiliki ruang besar untuk berkembang di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis.




