Ruang pamer di Dia.Lo.Gue Art Space, Kemang Selatan, Jakarta Selatan, tampak semarak oleh beragam ukuran karya, pilihan material, serta warna-warna yang saling bertubrukan namun tetap harmonis. Dalam pameran bertajuk DimataDekat, tiga perupa lintas kota menghadirkan dialog visual yang saling melengkapi melalui pendekatan artistik yang berbeda-beda.
Pameran ini menghadirkan karya dari Radetyo Itok asal Yogyakarta, Hagung Sihag dari Jakarta, dan Bre Noname dari Bogor. Ketiganya menampilkan kecenderungan teknik serta gaya visual yang berlainan, namun dipertemukan dalam satu ruang gagasan yang cair dan komunikatif.
Pameran berlangsung di Dia.Lo.Gue Art Space, Kemang Selatan 99A, Jakarta Selatan, mulai 29 Mei hingga 10 Juni 2026. Galeri dibuka untuk umum setiap pukul 11.00 hingga 20.00 WIB.
Karya-karya Radetyo Itok tampil dengan kecenderungan ilustratif yang kuat melalui permainan garis pena dan sapuan kuas yang ekspresif. Sementara Hagung Sihag lebih banyak mengeksplorasi ikon, simbol, pendekatan komputeristik, hingga nuansa pop yang terasa kontemporer. Di sisi lain, Bre Noname hadir dengan pendekatan ekspresionistik yang dibiarkan menjadi semacam pengecualian di antara dua perupa lainnya.
“Pameran ini mencoba meramu suatu konsep contrapunk tentang presentasi yang saling mengisi dan melengkapi,” ujar Joko Koentono.
Pembukaan pameran digelar pada Jumat Legi, 29 Mei 2026, pukul 14.30 WIB hingga selesai. Acara pembukaan menghadirkan Ary Sutedja, Christiana Gouw, dr. Melani Setiawan, Ratih Soe Kosasie, dan Wanda Hamidah sebagai host. Sementara itu, budayawan Erros Djarot dan Zastrouw Al Ngatawi hadir sebagai pemulia dalam acara tersebut.
Nuansa pembukaan semakin hidup dengan penampilan musik Mahagenta yang mengiringi jalannya acara. Kehadiran musik, ragam visual, serta pertemuan lintas gaya menjadikan DimataDekat bukan sekadar pameran seni rupa, melainkan ruang dialog yang memperlihatkan bagaimana perbedaan artistik dapat bertemu dalam satu pengalaman estetik yang utuh. (FA)





