• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Harga Bahan Pokok dan Material Naik, UMKM serta Perajin Dipaksa Lebih Efisien

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
June 4, 2026
in Ekonomi dan Bisnis
0
Harga Bahan Pokok dan Material Naik, UMKM serta Perajin Dipaksa Lebih Efisien
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kenaikan harga bahan pokok, material bangunan, serta berbagai bahan baku industri sepanjang awal 2026 mulai menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk perajin dan industri kerajinan nasional. Di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, banyak pelaku usaha memilih melakukan efisiensi produksi agar tetap bertahan dan menjaga harga jual produk.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan (year-on-year) pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen. Kenaikan harga terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan komoditas seperti cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras menjadi penyumbang utama inflasi.

Selain kebutuhan pokok, tekanan juga datang dari sisi bahan baku dan material. BPS mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Nasional pada April 2026 naik 3,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas seperti beras, solar industri, serta berbagai material konstruksi seperti aspal, pasir, kerikil, batu pecah, hingga kusen aluminium. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pelaku UMKM dan perajin yang bergantung pada bahan baku kayu, logam, tekstil, rotan, bambu, maupun produk turunan petrokimia. Sejumlah pelaku industri mengaku harus menekan biaya operasional, mengurangi limbah produksi, memperbaiki manajemen persediaan, hingga menunda ekspansi usaha untuk menjaga arus kas tetap sehat. Di berbagai forum pelaku usaha, kenaikan harga bahan baku tekstil, plastik, benang, dan bahan kimia bahkan disebut mencapai dua digit dalam beberapa bulan terakhir sehingga banyak kontrak produksi ditunda.

Bagi sektor kerajinan dan furnitur, efisiensi kini menjadi strategi utama. Perajin mulai mengoptimalkan penggunaan bahan baku, memanfaatkan limbah produksi menjadi produk bernilai tambah, serta mengembangkan desain yang lebih sederhana namun tetap memiliki nilai estetika tinggi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun ekspor.

Pelaku industri kreatif juga melihat tren pasar global yang semakin menghargai produk berkelanjutan (sustainable products) sebagai peluang baru. Produk furnitur dan kerajinan berbahan kayu bersertifikat, rotan, bambu, serta material daur ulang dinilai memiliki prospek yang baik karena menawarkan efisiensi sekaligus memenuhi tuntutan konsumen terhadap produk ramah lingkungan.

Di tengah tekanan biaya produksi, berbagai pameran kerajinan dan kriya seperti INACRAFT menjadi momentum penting bagi perajin untuk memperluas pasar, mencari mitra baru, sekaligus memperkenalkan inovasi produk yang lebih efisien dan berorientasi ekspor. Bagi banyak pelaku UMKM, kemampuan beradaptasi terhadap kenaikan biaya produksi kini menjadi kunci untuk mempertahankan keberlanjutan usaha di tengah dinamika ekonomi 2026.

Tags: Badan Pusat StatistikHarga Bahan PokokIHPBumkm
Previous Post

FSC dan PEFC, Dua Sertifikasi yang Menentukan Masa Depan Industri Furnitur Kayu

Next Post

Kementerian UMKM Dorong Pemberdayaan Pelaku Usaha Melalui Kolaborasi Komunitas

Next Post
Kementerian UMKM Dorong Pemberdayaan Pelaku Usaha Melalui Kolaborasi Komunitas

Kementerian UMKM Dorong Pemberdayaan Pelaku Usaha Melalui Kolaborasi Komunitas

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo