• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Kemenperin dan YBI Dorong Efisiensi Produksi, Industri Batik Nasional Kian Agresif Perluas Pasar

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
June 8, 2026
in Ekonomi dan Bisnis, Headlines
0
Kemenperin dan YBI Dorong Efisiensi Produksi, Industri Batik Nasional Kian Agresif Perluas Pasar

19743563 - batik painting on a white cloth process close up. indonesia

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Industri batik nasional terus menunjukkan ketangguhannya di tengah persaingan pasar tekstil yang semakin ketat. Pemerintah mencatat ekspor batik Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$30,62 juta atau tumbuh 13,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$26,63 juta. Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa batik masih memiliki daya saing kuat, baik di pasar domestik maupun internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah terus memperkuat ekosistem industri batik melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar. Salah satu peluang yang kini dibidik adalah pasar haji dan umrah, yang dinilai memiliki potensi besar untuk menyerap produk batik nasional, terutama yang telah mengantongi sertifikasi Batikmark.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa batik Indonesia masih memiliki daya saing yang kuat di pasar global. Karena itu, pemerintah terus memperkuat ekosistem industri batik melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan daya saing produk, serta perluasan akses pasar yang berkelanjutan,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Upaya tersebut dijalankan melalui sinergi antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB), serta Yayasan Batik Indonesia (YBI). Program yang dijalankan mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan mutu produk, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) batik.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menilai meningkatnya minat generasi muda terhadap batik menjadi peluang baru bagi pelaku usaha. Menurut dia, batik kini tidak lagi identik dengan acara formal atau tradisional, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari masyarakat.

Namun, industri batik masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah maraknya produk tekstil bermotif batik hasil teknik printing yang kerap dianggap sebagai batik asli oleh konsumen. Kondisi ini dinilai berpotensi menggerus pasar batik autentik yang diproduksi menggunakan teknik tulis, cap, maupun kombinasi keduanya dengan memanfaatkan malam atau lilin batik.

Selain persoalan edukasi pasar, tingginya biaya produksi juga menjadi tantangan bagi para perajin. Untuk menjawab persoalan tersebut, Kementerian Perindustrian bersama Yayasan Batik Indonesia menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Efisiensi Produksi IKM Batik di Kabupaten Tulungagung pada 19–22 Mei 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional 2026 itu diikuti oleh 18 pelaku IKM batik. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai pengolahan kembali lilin batik bekas pakai dan pembuatan cap batik alternatif berbahan kertas yang lebih ekonomis dibandingkan cap logam.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan mengatakan inovasi tersebut dapat membantu pelaku usaha menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas produk. Selain lebih efisien, metode tersebut juga mendukung prinsip industri hijau melalui pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali material produksi.

“Produk batik yang memiliki nilai budaya tinggi, diproduksi secara ramah lingkungan, dan ditawarkan dengan harga yang kompetitif tentu akan memiliki daya tarik yang lebih kuat di pasar,” kata Budi.

Sementara itu, anggota Yayasan Batik Indonesia sekaligus Ketua Hari Batik Nasional 2026, Wirasno, menyebut Tulungagung dipilih sebagai salah satu ikon penyelenggaraan Hari Batik Nasional ke-17 karena memiliki kekayaan motif, sejarah, dan filosofi batik yang kuat. Produk hasil pelatihan di daerah tersebut rencananya akan ditampilkan dalam rangkaian pameran Hari Batik Nasional pada Oktober mendatang.

Melalui berbagai program peningkatan efisiensi dan inovasi produksi tersebut, pemerintah berharap industri batik nasional mampu mempertahankan daya saingnya, memperluas pasar, serta memperkuat posisinya sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif yang berkontribusi terhadap ekspor Indonesia.

Tags: Agus Gumiwang KartasasmitaDirektur Jenderal IKMAkemenperinYayasan Batik IndonesiaYBI
Previous Post

Dari Pajangan ke Gaya Hidup, Kerajinan Kaca dan Kristal Menemukan Pasar Baru pada 2026

Next Post

Industri Manufaktur Didorong Lebih Hijau dan Kompetitif

Next Post
Industri Manufaktur Didorong Lebih Hijau dan Kompetitif

Industri Manufaktur Didorong Lebih Hijau dan Kompetitif

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo