• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Cover Story

ASEPHI Bidik Regenerasi Industri Kriya Lewat Kompetisi Desainer Muda INACRAFT

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
July 20, 2026
in Cover Story
0
ASEPHI Bidik Regenerasi Industri Kriya Lewat Kompetisi Desainer Muda INACRAFT
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penutupan INACRAFT Festival Yogyakarta 2026 bukan sekadar menandai berakhirnya pameran kerajinan terbesar yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Gudeg. Bagi Ketua BPD ASEPHI Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Project Officer INACRAFT Festival Yogyakarta 2026, Emirita LN Pratiwi atau yang akrab disapa Tiwi, momen tersebut justru menjadi titik awal lahirnya generasi baru pelaku industri kriya nasional.

Dalam acara penutupan yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Minggu, 19 Juli 2026, Tiwi menyampaikan apresiasi kepada para finalis Kompetisi Nasional Desainer Muda INACRAFT Festival 2026 yang menjadi salah satu rangkaian utama festival. Kompetisi tersebut menantang peserta mengolah kain perca menjadi produk fesyen dan kriya bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Menurut Tiwi, proses kreatif yang berlangsung selama sekitar tiga bulan, sejak Mei hingga Juli, membuktikan bahwa material yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diubah menjadi karya inovatif yang memiliki nilai estetika, ekonomi, sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

“Saya berharap apa yang sudah kita laksanakan selama tiga bulan ini tidak berhenti dengan diumumkannya para pemenang. Ini harus menjadi pintu gerbang bagi adik-adik semua untuk masuk ke industri kreatif, khususnya industri kriya Indonesia,” kata Tiwi.

Ia menegaskan bahwa ASEPHI tidak akan melepas para finalis begitu saja setelah kompetisi berakhir. Organisasi tersebut berkomitmen memantau perkembangan karya para peserta selama satu tahun ke depan agar ide yang lahir dari kompetisi dapat berkembang menjadi produk komersial yang berkelanjutan.

Menurut Tiwi, peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga desainer muda yang telah memiliki karya. Mereka diharapkan mampu naik kelas menjadi pelaku usaha kreatif yang siap bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Saya berharap tahun depan adik-adik tidak lagi menjadi peserta kompetisi, tetapi sudah menjadi peserta pameran yang mengisi booth-booth INACRAFT dengan produknya sendiri,” ujarnya.

Pada malam penutupan itu, panitia juga mengumumkan para pemenang Kompetisi Nasional Desainer Muda INACRAFT Festival 2026. Juara pertama diraih Reksa Studio melalui karya Petualangan Harimau Sumatera dengan nilai 8,26. Posisi kedua ditempati Michelle Ludya dari Jawa Barat dengan karya Jelma Fragments In Harmony yang memperoleh nilai 8,19. Sementara juara ketiga diraih Ike Fitriana Dyah melalui brand Patchora Clock dengan nilai 8,03.

Penilaian dilakukan dalam dua tahap, yakni berdasarkan kualitas desain pada tahap pertama, kemudian kualitas produk dan presentasi pada tahap akhir. Penghargaan kepada para pemenang diserahkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kusno Wibowo.

Tiwi juga mengingatkan bahwa budaya di ASEPHI berbeda dengan penyelenggaraan pameran pada umumnya. Selama 27 tahun penyelenggaraan INACRAFT, organisasi tersebut tidak mengenal konsep penutupan sebagai akhir sebuah kegiatan.

Menurut dia, setiap penyelenggaraan justru menjadi jembatan menuju agenda berikutnya.

INACRAFT Festival Yogyakarta 2026, misalnya, langsung menjadi bagian dari rangkaian menuju INACRAFT Oktober 2026 yang akan berlangsung pada 7–11 Oktober di Jakarta Convention Center. Pameran tersebut diperkirakan menghadirkan sekitar 1.000 peserta, jauh lebih besar dibandingkan sekitar 250 peserta yang mengikuti festival di Yogyakarta.

Karena itu, Tiwi meminta seluruh peserta mulai mempersiapkan diri sejak sekarang agar mampu bersaing di panggung yang lebih besar.

“Kalau sekarang sekitar 250 peserta, nanti di Jakarta mencapai sekitar seribu peserta. Kompetisinya tentu lebih ketat sehingga semua harus menyiapkan produk terbaik,” katanya.

Selain agenda di Jakarta, ASEPHI juga telah menyiapkan berbagai kegiatan lanjutan, antara lain pameran di Makassar, Jogja WOW, hingga penyelenggaraan INACRAFT berikutnya pada 2027. Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi memperluas pasar produk kerajinan Indonesia sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha kreatif.

Menurut Tiwi, kesinambungan penyelenggaraan pameran merupakan bagian dari misi ASEPHI untuk terus mengampanyekan kecintaan terhadap produk kerajinan dalam negeri sekaligus memperkuat industri kecil dan menengah.

“Kami mempunyai kewajiban untuk terus mengampanyekan kecintaan terhadap produk Indonesia dan produk IKM serta UKM agar mampu menggerakkan perekonomian,” ujarnya.

Bagi Tiwi, keberhasilan INACRAFT Festival Yogyakarta bukan hanya diukur dari besarnya transaksi maupun jumlah pengunjung, tetapi juga dari lahirnya talenta-talenta baru yang kelak diharapkan mengisi stan-stan pameran INACRAFT sebagai pelaku industri kreatif Indonesia. Menurutnya, regenerasi desainer muda merupakan investasi penting agar industri kriya nasional terus tumbuh dan mampu bersaing di pasar global.

Previous Post

INACRAFT Yogyakarta Pecah Target, 40 Ribu Pengunjung Buktikan Pasar Kriya Kian Bergairah

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo