Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memanfaatkan ajang Inagritech 2026 sebagai ruang untuk memperluas pemanfaatan sistem pengadaan digital sekaligus mendorong penggunaan produk dalam negeri, khususnya di sektor pertanian.
Kehadiran LKPP menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan pemerintah dengan pelaku industri alat dan teknologi pertanian yang terus berkembang.
Di tengah deretan inovasi mesin pertanian, teknologi presisi, hingga solusi pertanian cerdas yang dipamerkan di JIExpo Kemayoran, stan LKPP menawarkan pendekatan berbeda.
Lembaga tersebut menitikberatkan pada edukasi mengenai tata kelola pengadaan yang transparan, akuntabel, dan semakin terdigitalisasi melalui berbagai platform pengadaan pemerintah.
Melalui partisipasi dalam pameran ini, LKPP mengajak produsen alat dan mesin pertanian nasional agar semakin aktif memasarkan produknya melalui ekosistem pengadaan pemerintah.
Langkah tersebut dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus mempercepat pemanfaatan produk lokal oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga badan usaha milik negara.
Menurut LKPP, transformasi digital dalam pengadaan bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi proses belanja pemerintah, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memperkuat industri nasional.
Ketika semakin banyak produk pertanian dalam negeri masuk ke dalam sistem pengadaan pemerintah, peluang peningkatan kapasitas produksi dan daya saing industri nasional pun semakin terbuka.
Pengunjung yang mendatangi stan LKPP memperoleh informasi mengenai mekanisme pendaftaran produk, proses pengadaan elektronik, hingga berbagai kebijakan yang mendukung pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar dapat berpartisipasi dalam belanja pemerintah.
Partisipasi LKPP sejalan dengan semangat Inagritech 2026 yang mengangkat perkembangan teknologi pertanian modern. Pameran yang berlangsung pada 28–30 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran itu menghadirkan ratusan perusahaan dari dalam dan luar negeri yang menampilkan inovasi di bidang alat mesin pertanian, smart farming, irigasi, drone pertanian, hingga teknologi pascapanen.
Ajang tahunan tersebut menjadi salah satu pameran agrikultur terbesar di Indonesia sekaligus forum bisnis bagi pelaku industri, investor, dan pembeli dari berbagai negara.
Melalui kolaborasi antara penyelenggara pameran, pelaku industri, dan institusi pemerintah seperti LKPP, transformasi sektor pertanian tidak hanya bertumpu pada adopsi teknologi, tetapi juga pada terciptanya ekosistem pengadaan yang mampu mempercepat pemanfaatan inovasi karya anak bangsa dalam pembangunan pertanian nasional.




