Pameran perdagangan internasional Jakarta International Premium Products Fair (JIPremium) dijadwalkan kembali bergulir pada 3–6 September 2026 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC).
Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berfokus pada segmen produk ibu dan anak (mom’s and kids), gelaran JIPremium kali ini bakal membawa tema besar Beauty and Wellness.
Perwakilan penyelenggara JIPremium, Andrew, mengungkapkan bahwa pergeseran fokus ini disesuaikan dengan permintaan pasar dan tren gaya hidup terkini. Menurut Andrew, sektor perawatan kulit, klinik kecantikan, hingga produk wewangian akan mendominasi area pameran.
”Tahun lalu kita fokus ke Mom’s and Kids. Tahun ini kita bergeser ke Beauty and Wellness,” ujar Andrew. “Nanti ada skin clinic, lalu kerja sama dengan asosiasi parfum, hingga workshop peracikan essential oil.”
Pameran JIPremium 2026 dirancang menggunakan dua area utama di JCC guna mengakomodasi dua segmen pasar yang berbeda. Hall A akan diperuntukkan bagi transaksi Business-to-Business (B2B) yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan eksportir serta produsen luar negeri, seperti dari Korea Selatan, Vietnam, dan Tiongkok. Sementara itu, Hall B dikhususkan bagi transaksi Business-to-Consumer (B2C) atau retail.
”Dua area ini posisinya berdekatan, sehingga memudahkan alur pengunjung. Pengunjung di Hall B yang berminat menjual kembali produk tertentu bisa langsung menuju ke Hall A untuk menjajaki skema B2B atau business matching,” kata Andrew.
Dalam perhelatan kali ini, panitia juga bermitra dengan komunitas Tangan Di Atas (TDA) melalui agenda Jakarta Entrepreneur Community. Kolaborasi ini ditargetkan mampu menghadirkan setidaknya 500 pelaku usaha B2B.
Sejumlah tokoh nasional dan pejabat daerah, seperti Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno serta Gubernur Maluku Utara Chaidir Asyagab (Chally Jhony), dijadwalkan turut diundang dalam konferensi tersebut.
Ajang Unjuk Gigi K-Pop dan Musisi Lokal
Tidak hanya sekadar pameran dagang, JIPremium 2026 bakal diramaikan dengan panggung hiburan dan program pencarian bakat. Salah satu daya tarik utamanya adalah penyelenggaraan audisi K-Pop selama dua hari berturut-turut untuk menyaring talenta-talenta muda.
”Audisi K-Pop ini ditujukan untuk mencari talent berbakat yang nantinya berkesempatan dikirim ke Korea untuk menjalani training,” jelas Andrew. Ia menambahkan bahwa audisi ini terbuka tidak hanya bagi peserta dari dalam negeri, melainkan juga pendaftar internasional.
Selain ajang pencarian bakat K-Pop, panggung hiburan JIPremium 2026 turut menghadirkan penampilan dari penyanyi Adrian Khalif serta artis Korea U-Know Yunho.
Peluang Produk Lokal di Pasar Korea
Menanggapi besarnya keterlibatan pelaku usaha asal Korea Selatan dalam pameran ini, Andrew turut membagikan pandangannya mengenai potensi penyerapan produk UMKM Indonesia di pasar Korea Selatan. Menurutnya, karakter konsumen Korea terbilang spesifik jika dibandingkan dengan pasar negara Asia Timur lainnya seperti Jepang.
Produk kriya dan fashion tradisional seperti batik utuh atau tenun terbilang memiliki tantangan tersendiri untuk menembus pasar harian Korea Selatan. Namun, potensi besar justru terbuka lebar untuk sektor makanan-minuman (F&B) serta produk kriya berukuran kecil (gift items).
”Orang Korea itu sangat gemar minum kopi. Jadi produk kopi Nusantara, bahan baku (ingredients) F&B, snack, hingga rumput laut (seaweed) sangat dicari. Untuk kriya, produk yang cocok lebih ke aksesoris kecil, produk wewangian kayu seperti cendana atau gaharu, serta aksesoris seperti syal dan mutiara,” tutur Andrew.
Ia menyarankan pelaku usaha fashion lokal yang ingin menembus pasar Korea untuk mengusung strategi kolaborasi. “Kalau fashion, bisa dikolaborasikan dengan desainer di sana, misalnya memadukan motif batik dengan potongan busana modern atau hanbok agar sesuai dengan selera pasar setempat,” tutup Andrew.




