• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home CSR

BI Tegal Dorong UMKM Naik Kelas, Siapkan Konsep “Pesantren Kilat” Batik

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
August 20, 2026
in CSR, Ekonomi dan Bisnis
0
BI Tegal Dorong UMKM Naik Kelas, Siapkan Konsep “Pesantren Kilat” Batik
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal memperkuat pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta memperluas akses pasar. Digitalisasi hingga regenerasi pembatik menjadi bagian dari strategi tersebut.

Kepala KPw BI Tegal Bimala mengatakan pembinaan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan penjualan. Pelaku usaha juga perlu didorong memperbaiki efisiensi produksi, kualitas, tata kelola, dan kemampuan membaca pasar.

“Indikator utama kami adalah mendorong UMKM naik kelas. Baik dari sisi efisiensi produksi, perbaikan kualitas, hingga capaian penjualan,” ujar Bimala saat ditemui di sela gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis, 20 Agustus 2026.

Wilayah kerja KPw BI Tegal mencakup tujuh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Brebes, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Batang. Pendampingan diarahkan pada sejumlah komoditas unggulan daerah, ketahanan pangan, serta pemberdayaan perempuan.

Dalam KKI 2026, BI Tegal membawa sembilan UMKM hasil kurasi untuk memamerkan produknya. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya meloloskan tiga UMKM. Proses kurasi dilakukan bersama jaringan kantor perwakilan BI di berbagai daerah.

Saat ini, BI Tegal membina sekitar 54 UMKM. Hampir 30 di antaranya bergerak di sektor wastra, termasuk batik. Komoditas tersebut menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian karena memiliki keterkaitan kuat dengan karakter ekonomi dan budaya kawasan eks-Karesidenan Pekalongan.

Bimala mengatakan digitalisasi menjadi salah satu instrumen penting dalam proses pembinaan. Pelaku UMKM didorong mengikuti proses onboarding digital, memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk pemasaran, serta menggunakan aplikasi pencatatan keuangan SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan).

Penguasaan teknologi dibutuhkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga dapat mengelola bisnis secara lebih terukur. Data keuangan, misalnya, menjadi dasar bagi UMKM untuk mengetahui kondisi usaha dan mengambil keputusan.

Pendampingan juga diarahkan pada perluasan pasar, termasuk pasar ekspor. Produk wastra dan kerajinan yang telah melalui proses kurasi dihubungkan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia untuk mengikuti pameran di luar negeri.

Selain pemasaran, BI Tegal memberikan perhatian terhadap perlindungan kekayaan intelektual. Salah satu yang didampingi adalah inovasi Indigo Makers milik Zahir Wadadi, seorang maestro pewarna alam dan ahli batik asal Pekalongan, yang mengembangkan pasta pewarna alami indigo. Inovasi tersebut telah memperoleh rekomendasi potensi paten secara teknis.

Pemetaan karakteristik UMKM juga menjadi bagian dari strategi pembinaan. Pelaku usaha dikelompokkan berdasarkan tingkat perkembangannya, mulai dari kategori subsistence, potensial, hingga potensial ekspor. Pengelompokan ini memungkinkan bentuk pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha.

Kepala KPw BI Tegal, Bimala (berkerudung) bersama jajaran staf KPw BI Tegal di pameran KKI 2026.

Salah satu contoh yang dikembangkan BI Tegal berada di Desa Belik, Pemalang. Kelompok pemuda di desa tersebut didampingi untuk mengolah serat nanas yang kemudian dipasok kepada industri benang di Temanggung. Model tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM dapat diarahkan untuk membangun rantai pasok, bukan sekadar menghasilkan produk akhir.

Di sektor batik, BI Tegal kini menghadapi tantangan berbeda: regenerasi perajin. Industri batik masih banyak ditopang oleh generasi tua, sementara minat generasi muda untuk terlibat dalam proses produksi belum selalu sebanding dengan kebutuhan industri.

Karena itu, BI Tegal bersama sejumlah pakar batik di Pekalongan tengah membahas konsep pelatihan yang lebih sesuai dengan karakter generasi muda. Salah satu gagasan yang muncul adalah membuat “pesantren kilat” pembatik.

Konsep tersebut tidak dimaksudkan sebagai pendidikan vokasi formal. Pelatihan dirancang secara lebih ringkas dan terstruktur agar peserta dapat memahami keseluruhan rantai proses batik, mulai dari pengetahuan dasar, pengembangan motif, membaca selera pasar, hingga pemasaran.

“Kami sedang berdiskusi untuk membuat semacam ‘pesantren kilat’ pembatik,” kata Bimala.

Menurut dia, pendekatan tersebut muncul dari kebutuhan untuk menyesuaikan pola pelatihan dengan karakter generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi digital dan menginginkan proses belajar yang lebih praktis.

Gagasan itu juga merespons minat masyarakat dari luar daerah yang ingin mempelajari batik secara lebih utuh. Selama ini, pembelajaran batik kerap berlangsung secara parsial, misalnya hanya mempelajari teknik mencanting atau pewarnaan.

Dengan pelatihan yang mencakup proses dari hulu hingga hilir, peserta diharapkan tidak hanya menjadi pembatik, tetapi memahami batik sebagai sebuah ekosistem bisnis. Pengetahuan mengenai desain, tren, konsumen, produksi, hingga pemasaran menjadi bagian dari kemampuan yang perlu dibangun.

Bagi BI Tegal, regenerasi pembatik menjadi penting untuk memastikan industri batik di wilayah Pekalongan tidak berhenti pada pelestarian tradisi. Tradisi tersebut perlu diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi yang mampu menarik generasi baru sekaligus menjawab perubahan pasar.

Pendekatan itu melengkapi strategi BI Tegal dalam mendorong UMKM naik kelas: digitalisasi untuk memperbaiki tata kelola dan pemasaran, penguatan kualitas untuk meningkatkan daya saing, serta regenerasi untuk memastikan keberlanjutan pelaku usaha di masa mendatang.

Tags: BimalaKarya Kreatif IndonesiaKPw BITegalUMKM naik kelas
Previous Post

Peluang Kreator Indonesia: Dari Karya Kreatif Menjadi Sumber Penghasilan

Next Post

Ada Kilau Emas Pesisiran dari Batik Perada di Ajang KKI 2026

Next Post
Ada Kilau Emas Pesisiran dari Batik Perada di Ajang KKI 2026

Ada Kilau Emas Pesisiran dari Batik Perada di Ajang KKI 2026

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo