• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Cover Story

Dari KKI 2026, Kemendag Perkuat Jalan UMKM Menuju Pasar Global

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
August 21, 2026
in Cover Story
0
Dari KKI 2026, Kemendag Perkuat Jalan UMKM Menuju Pasar Global
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Perdagangan memperkuat kerja sama dengan Bank Indonesia untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar internasional. Kolaborasi itu salah satunya diwujudkan melalui Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri hadir dalam pembukaan KKI 2026 pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pembukaan ditandai dengan penabuhan gendang Aceh oleh Roro bersama Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu.

Menurut Roro, KKI memiliki posisi strategis sebagai ruang promosi bagi produk UMKM, khususnya fesyen, wastra, dan aksesori. Produk dari berbagai daerah dapat bertemu langsung dengan konsumen sekaligus mendapatkan peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

“KKI bukan sekadar pameran, melainkan panggung produk-produk kebanggaan dari lintas daerah di Indonesia,” ujar Roro dalam pembukaan KKI 2026.

Ia mengatakan kualitas dan inovasi produk menjadi modal penting untuk menarik konsumen. Pameran seperti KKI, kata dia, juga dapat meningkatkan transaksi sekaligus mendorong konsumsi produk dalam negeri.

KKI tahun ini mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.” Bank Indonesia menjadikan pameran tersebut sebagai ruang pertemuan lintas sektor untuk memperkuat daya saing UMKM, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan pasar.

Destry mengatakan KKI 2026 melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Perwakilan negara sahabat, asosiasi, perbankan, dan pelaku usaha juga dilibatkan dalam rangkaian kegiatan.

Menurut Destry, penguatan UMKM bertumpu pada tiga kata kunci: bangkit, tangguh, dan berdaya saing. Bangkit merujuk pada pemulihan usaha yang menghadapi tekanan ekonomi maupun dampak bencana. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses terhadap pembiayaan berkelanjutan. Adapun daya saing dibangun melalui inovasi produk serta perluasan pasar domestik dan ekspor.

Bagi Kementerian Perdagangan, kolaborasi dengan BI dalam KKI bukan hal baru. Kemendag telah berpartisipasi dalam KKI sebanyak 11 kali sejak pameran tersebut pertama kali digelar oleh Bank Indonesia.

Kerja sama kedua institusi juga berlangsung dalam sejumlah pameran perdagangan lainnya. Salah satunya Pangan Nusa Expo 2025, ketika Kemendag memfasilitasi UMKM pangan kemasan binaan BI.

Tahun ini, Kemendag kembali mendorong penguatan kolaborasi dengan BI dalam Pangan Nusa Expo 2026 yang akan digelar bersamaan dengan Trade Expo Indonesia di ICE BSD City, Tangerang, pada 14-18 Oktober 2026.

Kolaborasi Kemendag dan BI juga masuk hingga tahap kurasi produk KKI 2026. Indonesia Design Development Center (IDDC), yang berada di bawah Direktorat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, dilibatkan sebagai tim kurator ahli.

Masing-masing Kantor Perwakilan BI di daerah mengirimkan sedikitnya lima produk unggulan untuk dikurasi. Proses tersebut dibagi dalam dua kelompok, yakni produk makanan dan minuman serta kriya dan dekorasi rumah.

Setelah kurasi, pendampingan berlanjut melalui Klinik Desain IDDC. UMKM mendapat kesempatan menyempurnakan desain produk sekaligus kemasan agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Roro mengatakan peran Kemendag juga terlihat dalam fasilitasi business matching. Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di 33 negara memberikan informasi mengenai karakteristik pasar di negara tujuan ekspor.

Informasi tersebut dibutuhkan pelaku UMKM sebelum melakukan ekspor. Produk yang memiliki kualitas baik, menurut Roro, tetap harus disesuaikan dengan preferensi konsumen dan ketentuan pasar negara tujuan.

“Selain dari IDDC, hadirnya Kemendag secara konkret juga dapat dilihat dari fasilitasi business matching yang secara konsisten dilakukan,” kata Roro.

Menurut dia, jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri memungkinkan UMKM memperoleh informasi yang lebih spesifik mengenai peluang pasar. Dengan begitu, ekspansi ekspor tidak semata didasarkan pada kemampuan produksi, tetapi juga pada pemahaman terhadap kebutuhan konsumen.

Setelah pembukaan KKI, Roro berkeliling area pameran dengan mengenakan kain songket Aceh. Ia menyapa sejumlah pelaku UMKM dan melihat produk yang dipamerkan.

Kemendag membawa dua UMKM binaan Direktorat Pemasaran Produk Dalam Negeri (P2DN), Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, dalam KKI 2026. Keduanya adalah Adia Lavani dan Zante Bag, yang telah melalui proses kurasi.

Zante Bag menawarkan produk tas yang memadukan teknik anyaman Nusantara dengan pemanfaatan limbah kulit. Pendiri Zante, Susy Darmayanti, mengatakan keikutsertaan dalam KKI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus budaya yang berada di balik desain produknya.

“Saya sangat senang menjadi UMKM yang terpilih dari Kemendag dan bisa menampilkan budaya anyaman Nusantara serta pemanfaatan limbah kulit secara estetik melalui ragam produk tas Zante,” ujar Susy.

Adia Lavani membawa pendekatan berbeda melalui produk fesyen yang menekankan aspek ramah lingkungan. Co-founder Adia Lavani, Jeff Manzini, mengapresiasi dukungan Kemendag yang memungkinkan produknya tampil dalam pameran KKI.

“Kami senang sekali terus mendapatkan dukungan nyata dari Kemendag. Keikutsertaan Adia Lavani pada KKI ini kami harapkan berdampak baik untuk kian memopulerkan produk kami yang konsisten mengusung dan menerapkan fesyen yang ramah lingkungan,” kata Jeff.

Bagi Kemendag, promosi di pameran merupakan salah satu mata rantai dalam pengembangan UMKM. Setelah kualitas produk diperkuat, tantangannya adalah memastikan produk tersebut memperoleh akses pasar dan perlindungan yang memadai.

Karena itu, Kemendag menggabungkan sejumlah instrumen, mulai dari pengembangan kualitas produk, fasilitasi hubungan bisnis dengan ritel besar, promosi digital, hingga pembukaan akses ke pasar ekspor.

Roro mengatakan pemerintah ingin produk UMKM memiliki posisi kuat di pasar domestik sekaligus mampu bersaing di pasar global.

“Melalui kombinasi penguatan kualitas produk di hilir, fasilitasi B2B dengan ritel besar, perlindungan pasar digital, dan akses perluasan pameran seperti KKI, Kemendag optimistis UMKM Indonesia mampu menjadi raja di negeri sendiri sekaligus pemain tangguh di pasar global,” ujar Roro.

Tags: Dyah Roro Esti Widya PutriKarya Kreatif IndonesiaUMKM Bangkit
Previous Post

Kemenpar Rilis Statistik Pariwisata, Bali Catat 7,04 Juta Wisman

Next Post

Mendag Bidik Transaksi US$17,5 Miliar di Trade Expo Indonesia 2026

Next Post
Mendag Bidik Transaksi US$17,5 Miliar di Trade Expo Indonesia 2026

Mendag Bidik Transaksi US$17,5 Miliar di Trade Expo Indonesia 2026

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo