Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan bahkan menjadi eksportir. Hal ini disampaikannya saat memberikan kuliah umum di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Jawa Tengah pada Kamis, (20/8).
Mendag Busan, sapaan akrab Budi Santoso, menekankan pentingnya peran kampus dalam membina mahasiswa untuk berwirausaha dan menghasilkan produk berpotensi ekspor. Untuk mendukung hal tersebut, Kemendag meluncurkan Program Campuspreneur, sebuah program yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan berwirausaha dan perdagangan luar negeri.
“Kami ingin adik-adik setelah lulus tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan. Bahkan, kami ingin adik-adik belajar menjadi eksportir ketika masih kuliah, sehingga ketika lulus nanti bisa menjadi eksportir yang siap,” ujar Mendag Busan.
Program Campuspreneur menawarkan berbagai manfaat bagi mahasiswa, antara lain pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk, memahami kebutuhan pasar, dan berkomunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri. Kemendag juga membuka kesempatan magang bagi mahasiswa di kantor perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk memberikan pengalaman praktis dalam mencari calon pembeli dan memahami pasar negara tujuan ekspor.
Mendag Busan juga mengajak Univet Bantara untuk memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14–18 Oktober 2026 sebagai sarana promosi dan pembelajaran bagi wirausaha dan UMKM kampus.
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Farida Nugrahani, mengapresiasi kunjungan Mendag Busan dan berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam pengembangan kewirausahaan dan perdagangan internasional.
Kemendag terus memperkuat Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) melalui penjajakan kerja sama bisnis (business matching) antara pelaku usaha Indonesia dan calon buyer dari luar negeri. Pada Januari–Juli 2026, program ini mencatatkan pesanan pembelian dan potensi transaksi mencapai USD 333,68 juta.
Dengan memanfaatkan teknologi pertemuan virtual, UMKM BISA Ekspor dapat menjadi salah satu pintu bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar global.
Motivasi Siswa Sekolah Rakyat Sukoharjo
Sebelum memberikan kuliah umum di Univet Bantara, Mendag Busan mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada para siswa. Ia mengajak siswa untuk belajar dengan tekun dan berani meraih cita-cita, serta membagikan pengalaman masa kecilnya yang penuh keterbatasan saat menempuh pendidikan.
“Tidak boleh ada anak yang putus sekolah. Pemerintah hadir untuk memastikan siapa pun orang tuanya dan apa pun kemampuan ekonominya, anak-anak harus sekolah dan mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” kata Mendag Busan.





