Produk konsumen premium Korea kembali membidik pasar Indonesia melalui Jakarta International Premium Products Fair atau JIPREMIUM 2026. Pameran yang berlangsung pada 3–6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Pameran produk konsumen premium Korea tersebut mempertemukan perusahaan Korea dengan buyer Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. JIPREMIUM menjadi salah satu ruang untuk menguji seberapa jauh popularitas budaya Korea dapat dikonversi menjadi peluang perdagangan.
Dalam opening ceremony, Honorary Chairman Korea International Trade Association (KITA) Koo Cha Yol mengatakan Indonesia merupakan pasar yang strategis bagi perusahaan Korea. Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan merupakan pasar konsumen terbesar di ASEAN.
Turut hadir dalam opening ceremony JIPREMIUM ini Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), Muchsin Ridjan, serta Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur. Kehadiran para pemimpin asosiasi industri kreatif dan manufaktur nasional tersebut menegaskan komitmen kuat pelaku usaha lokal dalam menyambut kolaborasi strategis, memperluas jejaring bisnis internasional, serta mendorong penetrasi produk-produk unggulan Indonesia di pasar global.
Karakter konsumen Indonesia yang relatif muda dan dinamis, menurut Koo, turut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat perkembangan Hallyu atau gelombang budaya Korea. Popularitas K-Beauty dan K-Lifestyle menjadi contoh bagaimana tren budaya dapat menciptakan permintaan terhadap produk konsumen.
“Di Jakarta, kota yang penuh peluang ini, setiap tahun KITA menghadirkan ruang pertukaran yang memadukan bisnis dan budaya bersama perusahaan-perusahaan Korea,” ujar Koo Cha Yol.
Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia Yoon Soon-gu turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan JIPREMIUM. Kehadiran dan dukungan Kedutaan Besar Korea di Jakarta memperlihatkan bahwa hubungan ekonomi kedua negara tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari hubungan bilateral yang semakin luas.

Yoon menekankan pentingnya hubungan Korea dan Indonesia yang terus berkembang melalui kerja sama perdagangan, investasi, serta pertukaran masyarakat. Dalam konteks JIPREMIUM, hubungan tersebut diterjemahkan melalui pertemuan langsung antara perusahaan Korea dan pelaku pasar Indonesia.
Dukungan serupa datang dari Korean Chamber of Commerce and Industry in Indonesia. Chairman KCCI Indonesia Lee Kang Hyun melihat hubungan bisnis kedua negara memiliki ruang pertumbuhan yang masih besar, terutama karena Indonesia merupakan salah satu pasar utama di kawasan ASEAN.
Menurut Lee, forum bisnis dan pameran seperti JIPREMIUM penting untuk mempertemukan perusahaan Korea dengan mitra lokal secara langsung. Pertemuan semacam itu dapat membuka peluang kerja sama yang lebih konkret, mulai dari distribusi hingga pengembangan pasar.
JIPREMIUM tahun ini memperluas jangkauan buyer. KITA mengundang sekitar 250 buyer dari Indonesia. Untuk pertama kalinya, sebanyak 30 buyer dari Malaysia juga dilibatkan.
Perluasan tersebut membuat Jakarta berfungsi bukan hanya sebagai pasar bagi produk Korea, tetapi juga sebagai titik temu perdagangan regional. Perusahaan Korea mendapat kesempatan memperkenalkan produk kepada buyer dari dua pasar ASEAN sekaligus.
Produk yang dibawa pun tidak terbatas pada kategori kecantikan. JIPREMIUM mencakup berbagai produk konsumen, termasuk beauty and fashion, living and interior, serta food and beverage. Ragam produk K-Halal juga mendapat perhatian karena dinilai memiliki peluang di pasar konsumen Muslim.
K-Halal menjadi salah satu bentuk adaptasi produk Korea terhadap karakter pasar Indonesia. Popularitas budaya Korea membuka pintu bagi konsumen, tetapi keberhasilan komersial tetap bergantung pada kemampuan perusahaan memahami kebutuhan, kebiasaan, dan nilai yang dianut pasar lokal.
Koo Cha Yol menyampaikan apresiasi kepada Yoon Soon-gu dan Lee Kang Hyun atas dukungan terhadap penyelenggaraan JIPREMIUM. Ia juga mengapresiasi asosiasi serta organisasi industri Indonesia yang ikut memperkuat hubungan perdagangan kedua negara.
Ekspansi produk Korea juga tidak berhenti di ruang pamer JICC. Sepanjang September 2026, KITA menghadirkan “K-PREMIUM PRODUCTS Pop-up Event” di Lippo Mall Puri, Jakarta, bekerja sama dengan jaringan convenience store lokal K3MART.

Konsep tersebut memperluas jalur distribusi produk dari hubungan antarbisnis menuju konsumen akhir. Jika JIPREMIUM berfungsi sebagai ruang pertemuan antara produsen dan buyer, pop-up event membawa produk lebih dekat ke masyarakat.
Pola ini menunjukkan bagaimana strategi pemasaran produk Korea semakin mengandalkan perpaduan antara budaya, perdagangan, dan pengalaman konsumen. Hallyu menciptakan ketertarikan awal; pameran mempertemukan pelaku bisnis; sementara kanal ritel memberikan ruang bagi konsumen untuk mencoba dan membeli produk.
Bagi Korea, Indonesia menawarkan pasar dengan skala besar dan konsumen yang semakin terbuka terhadap produk asing. Bagi Indonesia, derasnya produk Korea menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pelaku industri lokal untuk meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing.
JIPREMIUM 2026 akhirnya bukan sekadar etalase produk premium Korea. Pameran ini menjadi cermin dari hubungan ekonomi Korea dan Indonesia yang semakin bertumpu pada kombinasi antara kekuatan budaya dan kepentingan perdagangan. Dari K-Beauty hingga K-Halal, dari buyer Indonesia hingga Malaysia, pasar Asia Tenggara menjadi arena berikutnya yang ingin digarap perusahaan Korea.





