Kementerian Pariwisata mendorong penguatan ekosistem event di Indonesia untuk meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat. Event musik internasional menjadi salah satu instrumen yang dinilai mampu mendatangkan wisatawan dan meningkatkan eksposur Indonesia sebagai destinasi berkelas dunia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan konser musik internasional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor ekonomi pariwisata. Kedatangan musisi dan penonton dari dalam maupun luar negeri berdampak pada kebutuhan akomodasi, transportasi, kuliner, tiket, hingga sektor pendukung lainnya.
“Konser musik internasional bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi pariwisata,” ujar Widiyanti.
Pemerintah menjalankan program Event by Indonesia untuk memperkuat ekosistem penyelenggaraan event sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pariwisata. Tahun ini, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan terhadap sejumlah konser internasional, termasuk penampilan Andrea Bocelli dan BTS di Indonesia.
Widiyanti mengatakan pemerintah ingin penyelenggaraan event memberikan dampak yang lebih luas daripada aktivitas selama acara berlangsung. Event diharapkan mampu menarik wisatawan, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi daerah penyelenggara.
“Event by Indonesia kami hadirkan untuk memperkuat ekosistem event sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi pariwisata dan masyarakat,” katanya.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, sebanyak 105 event memperoleh dukungan melalui program Event by Indonesia. Rinciannya terdiri atas 18 event nasional, 10 event internasional, 61 Karisma Event Nusantara (KEN), 14 kegiatan MICE, dan dua event daerah lainnya.
Berdasarkan kajian dampak yang dilakukan Kementerian Pariwisata, rangkaian event tersebut melibatkan lebih dari 6,47 juta pengunjung, 11 ribu UMKM, serta lebih dari 184 ribu pekerja seni dan komunitas. Perputaran uang yang dihasilkan diperkirakan mencapai Rp1,09 triliun.
Data tersebut menunjukkan besarnya potensi industri event dalam mendorong aktivitas ekonomi pariwisata. Event internasional, khususnya konser musik, memiliki rantai dampak yang melibatkan banyak sektor, mulai dari jasa perjalanan dan perhotelan hingga usaha makanan, perdagangan, ekonomi kreatif, dan jasa lainnya.
Kementerian Pariwisata juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara event, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Standar event dan pengalaman pengunjung menjadi bagian penting dalam membangun reputasi Indonesia sebagai destinasi event internasional.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman kelas dunia. Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Widiyanti.
Penguatan ekosistem event diharapkan melengkapi daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata. Selain mengandalkan kekayaan alam dan budaya, Indonesia dapat memperluas pasar pariwisatanya melalui agenda musik, olahraga, MICE, dan berbagai event internasional yang mampu menarik pengunjung dari berbagai negara.





