Berita tidak selalu berhenti sebagai catatan tentang peristiwa yang telah terjadi. Di tangan seniman, teks dan arsip jurnalistik dapat menjadi bahan untuk membaca kembali persoalan masa lalu sekaligus membayangkan kemungkinan masa depan.
Gagasan itu menjadi pijakan pameran News Art Project Imajinesia: Menjangkau Masa Depan Indonesia yang mempertemukan arsip, fakta, imajinasi, dan karya seni. Pameran ini mengajak delapan seniman menelusuri berbagai peristiwa yang pernah diberitakan untuk kemudian mengolahnya menjadi karya dengan perspektif masing-masing.
Kedelapan seniman tersebut adalah Agus Suwage, Aprillia, Budi Ubrux, Mahdi Abdullah, Ruth Marbun, Suharmanto, Tumariyanto, dan William Robert.
Pameran digelar di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan Nomor 17, Jakarta Pusat, pada 24 September hingga 15 Oktober 2026. Pameran rencananya dibuka dan diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno.
Kurator pameran, Efix Mulyadi, mengatakan para seniman menelusuri arsip jurnalistik Harian Kompas untuk menemukan berbagai peristiwa dan persoalan yang kemudian menjadi titik berangkat penciptaan karya. Arsip tersebut mencakup beragam isu, mulai dari sosial, politik, ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga lingkungan.
Alih-alih sekadar memindahkan isi berita ke dalam bentuk visual, para seniman membaca kembali arsip tersebut melalui bahasa artistik masing-masing. Fakta jurnalistik menjadi bahan mentah yang kemudian ditafsirkan, dipertanyakan, dan dibayangkan kembali dalam bentuk karya seni.
“Bagaimana jika berita tidak berhenti sebagai catatan tentang apa yang telah terjadi, tetapi menjadi titik berangkat untuk membayangkan apa yang mungkin terjadi di masa depan?” kata Efix, salah satu kurator pameran.
Melalui Imajinesia, arsip berita diposisikan bukan hanya sebagai rekaman masa lalu, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk melihat berbagai persoalan Indonesia secara lebih luas. Peristiwa yang telah berlalu dapat memperoleh tafsir baru ketika dibaca dari perspektif masa kini dan diarahkan pada pertanyaan tentang masa depan. (FA)




