• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Art

Urban Realism Layers, Jejak Prasejarah dalam Karya Begok Oner dalam 16th UOB Painting of the Year

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
September 25, 2026
in Art, Event
0
Urban Realism Layers, Jejak Prasejarah dalam Karya Begok Oner dalam 16th UOB Painting of the Year
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jejak manusia prasejarah menjadi titik berangkat Begok Oner dalam membaca kehidupan urban masa kini. Gagasan itu dituangkan dalam Urban Realism Layers, karya yang mengantarkan seniman asal Yogyakarta tersebut meraih penghargaan Established Artist dalam 16th UOB Painting of the Year (POY) Indonesia 2026. Penghargaan ini melanjutkan perjalanan Oner di ajang tersebut setelah pada 2023 ia meraih Most Promising Artist of the Year dalam kategori Emerging Artist.

Urban Realism Layers memadukan gambar, kata-kata, dan berbagai jejak yang menyerupai permukaan ruang publik. Oner menggunakan semen plester dan tekstur berlapis untuk menciptakan kesan relief yang merefleksikan kehidupan kontemporer. Bahasa visual tersebut kemudian ia hubungkan dengan lukisan gua prasejarah, mulai dari Gua Lascaux di Prancis hingga situs seni cadas kuno di Sulawesi Selatan.

Melalui karya itu, Oner melihat adanya kesinambungan antara jejak manusia ribuan tahun lalu dan cara manusia berkomunikasi pada masa kini. “Ketika melihat jejak yang ditinggalkan manusia ribuan tahun lalu, saya melihat sesuatu yang sebenarnya masih sangat dekat dengan kehidupan kita saat ini. Kita terus mencari cara untuk mengungkapkan apa yang kita alami, apa yang kita yakini, dan siapa diri kita,” ujar Oner.

Chief Judge 16th UOB POY Indonesia, Melati Suryodarmo, menilai karya Oner menunjukkan kematangan dalam mengembangkan gagasan visual menjadi karya yang berbicara tentang pengalaman manusia secara lebih luas. Sebagai pemenang kategori Established Artist, Oner memperoleh hadiah Rp250 juta. Karyanya selanjutnya akan bersaing dengan pemenang dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam untuk memperebutkan UOB Southeast Asian POY yang diumumkan di Singapura pada 28 Oktober 2026. Ia juga memperoleh kesempatan mengikuti program residensi seni di luar negeri yang disponsori UOB.

Kategori Emerging Artist diraih Alif Lamra, 29 tahun, seniman asal Yogyakarta, melalui Liminal Fragment 03. Karya monokromatik tersebut mengeksplorasi fragmen laut, langit, cahaya, dan bayangan serta cara manusia memandang ruang di sekitarnya.

President Director UOB Indonesia Hendra Gunawan mengatakan seni memiliki kemampuan menghubungkan manusia lintas generasi, budaya, dan perspektif. “Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang kami terhadap seni, kami senang dapat kembali merayakan 16th UOB Painting of the Year sekaligus menyediakan wadah bagi para seniman untuk mengembangkan praktik berkesenian dan menjangkau audiens yang lebih luas,” kata Hendra dalam keterangan tertulis, Kamis, 24 September 2026.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyambut dukungan UOB terhadap pengembangan ekonomi kreatif, khususnya bidang seni. Menurut dia, kolaborasi pemerintah dan swasta dapat membuka peluang bagi seniman, mengembangkan talenta lokal, serta memperkenalkan karya Indonesia ke tingkat regional dan global.

UOB Indonesia memamerkan 48 karya finalis, termasuk delapan karya pemenang, di The Melting Pot, lantai dasar ASHTA District 8, Jakarta. Pameran berlangsung pada 24 September–10 Oktober 2026, pukul 10.00–22.00 WIB, dan menjadi bagian dari kampanye nasional Oktober Kreasi yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif.

Kompetisi UOB Painting of the Year pertama kali digelar di Singapura pada 1982 dan hadir di Indonesia sejak 2011. Selain kompetisi, UOB mengembangkan dukungan bagi seniman melalui pameran regional, program residensi seni di luar negeri, serta UOB Artist Alumni Network untuk memperluas jejaring dan eksposur seniman di kawasan.

Previous Post

Perpustakaan Danantara Diresmikan, Fadli Zon Dorong Museum Jadi Penggerak Ekonomi Budaya

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo