Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran generasi muda dalam mengembangkan budaya, kreativitas, dan teknologi lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Hal itu dibahas dalam audiensi Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dengan Yayasan Kartini Heritage Center di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa, 29 September 2026. Pertemuan tersebut antara lain membahas rencana The Legacy Relay 2026 sebagai wadah untuk menghubungkan gagasan generasi muda dengan karya, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan usaha.
Teuku Riefky mengatakan Kementerian Ekraf terbuka untuk membahas bentuk kolaborasi dengan Kartini Heritage Center melalui direktorat terkait. “Energi perubahan bangsa selalu lahir dari tangan-tangan muda yang berdaya cipta,” kata dia.
Menurut data Badan Pusat Statistik yang diolah Kementerian Ekraf, generasi Z dan milenial mendominasi tenaga kerja sektor ekonomi kreatif. Jumlahnya sekitar 17,26 juta orang atau 63 persen dari total 27,40 juta tenaga kerja ekonomi kreatif nasional.
Potensi tersebut tersebar dalam 21 subsektor ekonomi kreatif yang dikelompokkan ke dalam empat klaster, yakni kreativitas seni dan budaya, kreativitas desain, kreativitas teknologi dan digital, serta kreativitas media.
The Legacy Relay 2026 dirancang sebagai forum lintas generasi dalam rangka momentum Sumpah Pemuda. Yayasan Kartini Heritage Center bersama The Habibie Center akan menggelar Special Sumpah Pemuda Forum dengan tema pertanyaan, “What Will Our Generation Leave Behind?”
Forum tersebut akan mempertemukan sekitar 200 peserta dari kalangan pemuda, profesional, akademisi, dan kreator. Mereka diajak menggali dan meneruskan nilai perjuangan tiga tokoh nasional, yakni Mohammad Hatta, R.A. Kartini, dan B.J. Habibie.
Rangkaian program itu terdiri atas 200 Voices – 200 Letters – 28 Selected Ideas – 1 Book – 3 First Actions. Gagasan yang muncul dari forum diharapkan tidak berhenti dalam bentuk diskusi, tetapi diterjemahkan menjadi karya dan aksi.
Teuku Riefky juga membuka kemungkinan menghubungkan The Legacy Relay 2026 dengan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026. WCCE tahun ini mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”.
“Kita dapat mengomunikasikannya lebih lanjut untuk melihat peluang kolaborasi dengan kegiatan WCCE,” ujar Teuku Riefky.
Ketua Pengurus Yayasan Kartini Heritage Center Joddy Mulyasetya Putra mengatakan pihaknya berharap kolaborasi dengan Kementerian Ekraf dapat menghasilkan program yang berdampak bagi masyarakat, terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi.
Dalam pertemuan itu, Teuku Riefky didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Mohammed Ali Berawi serta sejumlah pejabat Kementerian Ekraf, antara lain Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Agus Syarip Hidayat, Direktur Fesyen Iffah Saaidah, Direktur Konten Digital Yuana Rohma Astuti, dan Direktur Penerbitan dan Fotografi Iman Santosa.





