Kontingen Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Perolehan itu melampaui target empat emas yang ditetapkan sebelum keberangkatan ke Jepang.
Lima emas Indonesia datang dari empat cabang olahraga. Bulu tangkis menyumbang dua emas melalui tim beregu putra dan pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Tiga emas lainnya diraih Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi dari panjat tebing, serta Nurisa Dian Ashrifah dari panahan.
Emas Nurisa mencatat sejarah bagi Indonesia. Medali tersebut menjadi emas pertama Indonesia dari cabang panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi perjuangan atlet, pelatih, ofisial, federasi cabang olahraga, Komite Olimpiade Indonesia, dan Chef de Mission Kontingen Indonesia. Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dalam ekosistem olahraga nasional.
“Lima emas ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi hasil dari ekosistem olahraga yang bekerja bersama,” ujar Erick seperti dikutip dari laman Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senin, 5 Oktober 2026.
Erick mengatakan hasil Asian Games Aichi-Nagoya menunjukkan pentingnya menetapkan target prestasi berdasarkan pemetaan potensi cabang olahraga dan atlet secara terukur. Dengan pendekatan itu, pembinaan dan dukungan pemerintah dapat diarahkan kepada cabang olahraga yang memiliki peluang prestasi.
Modal Menuju Olimpiade 2028
Lima emas Indonesia di Asian Games 2026 seluruhnya berasal dari cabang olahraga yang masuk dalam 21 cabang unggulan nasional sekaligus dipertandingkan di Olimpiade. Keempatnya adalah panahan, bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi.
“Lima emas kita datang dari cabang-cabang yang juga dipertandingkan di Olimpiade. Ini penting. Artinya, kita punya fondasi yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” kata Erick.
Menurut dia, capaian di Asian Games tidak berhenti sebagai prestasi di tingkat Asia. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028.
Sejumlah cabang olahraga yang mencapai final dan menyumbangkan medali perak juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan. Pemerintah akan menggunakan hasil Asian Games 2026 sebagai bahan evaluasi bersama federasi dan pemangku kepentingan olahraga dalam menyusun strategi pembinaan menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028.
Dengan lima emas yang melampaui target, Asian Games Aichi-Nagoya menjadi salah satu tolok ukur bagi pemerintah untuk melihat efektivitas pemetaan cabang unggulan sekaligus kesinambungan pembinaan atlet Indonesia.





