Berangkat dari keresahan melihat pekerja yang tetap tampil terlalu formal saat beranjak dari kantor ke tempat nongkrong, Irvantiano Razzak M merintis ANODE.CO, sebuah merek busana yang menawarkan perpaduan gaya formal, semiformal, dan kasual.
Meski baru diluncurkan tahun ini, merek tersebut masuk nominasi ASEPHI Emerging Youthpreneur Award 2026 dalam rangkaian INACRAFT October Vol. 5 di Jakarta International Convention Center (JICC), 7–11 Oktober 2026.
Dua produk yang diikutsertakan dalam ajang tersebut adalah blazer jacquard dan structure shirt. Keduanya dirancang agar mudah menyesuaikan penampilan penggunanya, dari suasana kerja hingga aktivitas setelah jam kantor.
“Keinginan saya adalah membuat orang yang pulang kerja bisa langsung nongkrong tanpa terlihat terlalu rapi. Jadi, busananya bisa dipakai formal, semiformal, sampai kasual,” kata Irvantiano saat ditemui di INACRAFT October 2026.
Pada blazer jacquard, fleksibilitas itu terlihat dari cara pemakaiannya. Ketika dikenakan dengan bukaan tertentu, busana tersebut menyerupai blazer. Saat dikancingkan, tampilannya lebih mendekati jaket, sedangkan ketika dibiarkan terbuka, kesan kasualnya semakin kuat.
ANODE.CO juga menggunakan potongan boxy yang relatif lebih pendek daripada potongan reguler. Siluet tersebut memberi karakter modern pada busana yang menyasar konsumen muda perkotaan. Bahan katun menjadi pilihan utama untuk koleksi mereka, dengan warna-warna lembut bernuansa earth tone, seperti hijau, abu-abu, dan sejumlah warna pastel.

Ciri lain yang dipertahankan adalah bordir motif mega mendung pada setiap artikel produk. Bagi Irvantiano, motif tersebut bukan sekadar ornamen, melainkan representasi kedekatan personal dengan Jawa Barat.
Ia mengaku Jawa Barat menjadi wilayah yang paling memberinya rasa nyaman. Pengalaman itu kemudian diterjemahkan ke dalam identitas desain ANODE.CO melalui motif mega mendung yang lekat dengan tradisi batik Cirebon.
Koleksi ANODE.CO tidak terbatas pada blazer dan kemeja. Merek ini juga menawarkan beragam atasan, antara lain polo shirt, truck shirt, high-neck shirt, dan kemeja bermotif herringbone. Untuk kategori luaran, tersedia blazer jacket, granddad jacket, dan work jacket, serta half-zip sweater.
Seluruh bahan bakunya diperoleh dari pemasok lokal di Jakarta. Produk ANODE.CO dipasarkan secara daring melalui Instagram dan TikTok dengan akun @anode.co. Harganya berkisar mulai dari Rp 135 ribu untuk topi, Rp 250 ribu untuk kemeja, hingga Rp 460 ribu untuk luaran termahal.
Peluang Pasar Uniseks
Meski pada awalnya menyasar konsumen pria berusia 25–40 tahun, keikutsertaan di INACRAFT memperlihatkan peluang pasar yang lebih luas.
Pengunjung perempuan ternyata juga menunjukkan ketertarikan terhadap desain yang ditawarkan ANODE.CO. Pengalaman itu membuka kemungkinan pengembangan produk yang dapat dikenakan laki-laki maupun perempuan.
INACRAFT menjadi kesempatan bagi Irvantiano untuk mengenali selera konsumen dan melihat perkembangan produk dari pelaku usaha lain. Sebagai merek yang baru memasuki pasar, ANODE.CO masih memiliki ruang untuk menyempurnakan desain dan memperkuat strategi pemasarannya.
Ke depan, Irvantiano berharap ANODE.CO dapat memperbesar skala usaha dan menjangkau pasar internasional, dimulai dari kawasan ASEAN. Ia juga membuka peluang untuk mengikuti peragaan busana sebagai bagian dari pengembangan merek.
Bagi ANODE.CO, nominasi Emerging Youthpreneur Award 2026 menjadi langkah awal untuk memperkenalkan pendekatan desain yang menggabungkan fungsi, kenyamanan, dan sentuhan identitas lokal.
Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan perhatian pengunjung pameran menjadi pasar yang berkelanjutan.





