Bagi Ayu Kusuma, menjadi peserta stan kuliner Talam dalam pameran INACRAFT bukan sekadar kesempatan menjual makanan. Pemilik Soto Mbok Giyem itu menganggapnya sebagai ruang untuk memperluas pasar sekaligus bagian dari perjalanan usaha yang menuntut keberanian dan ketahanan menghadapi risiko.
Ayu mengatakan telah enam kali mengikuti Talam INACRAFT, yang digelar dua kali dalam setahun. Pengalaman itu memberinya pelajaran tentang dinamika berjualan, termasuk menghadapi masa ketika usaha belum menghasilkan keuntungan. Namun, ia memilih terus berpartisipasi karena melihat antusiasme pengunjung terhadap pameran tersebut tetap tinggi.
“Saya pernah mengalami dinamika rugi, itu pasti ada. Dari situ saya tidak menyerah. Saya terus ikut, dan akhirnya alhamdulillah semua sudah bisa berjalan,” kata Ayu saat ditemui di stan Soto Mbok Giyem, Hall Mezzanine, stan nomor 6, dalam INACRAFT October 2026.
Gerai Soto Mbok Giyem yang beroperasi setiap hari di Jalan Bangka Raya Nomor 101, Kemang, Jakarta Selatan, juga melayani pesanan katering. Ayu mengaku menikmati keikutsertaannya di Talam karena bisa bertemu dengan sesama pelaku usaha kuliner dari berbagai daerah. Ia juga merupakan anggota ASEPHI DKI.
Menurut Ayu, konsistensi menjadi kunci untuk bertahan dalam pameran yang berlangsung dalam waktu terbatas. Ia mengaku setiap tahun selalu ada pembeli yang datang ke stan Soto Mbok Giyem. Pengalaman itu membuatnya optimistis untuk terus berpartisipasi.
Untuk pameran kali ini, Ayu tidak membawa seluruh menu, terutama pilihan lauk, karena keterbatasan tempat. Ia berencana memperkenalkan menu baru pada penyelenggaraan INACRAFT mendatang.
Ayu juga mendorong pelaku usaha kuliner lain agar tidak ragu mencoba mengikuti pameran berskala besar.
Menurutnya, risiko untung dan rugi merupakan bagian dari perjalanan usaha. Pengalaman menghadapi kesulitan justru bisa menjadi bekal untuk memperbaiki strategi pada kesempatan berikutnya.
“Yang penting jangan takut untuk mencoba. Tetap optimistis, tetap yakin. Kalau kita mau maju, kita harus siap mental karena dinamika dalam jualan itu naik turun,” ujarnya.
Bagi Ayu, keberanian mengambil peluang dan kemauan belajar dari pengalaman menjadi modal untuk menjaga usaha tetap berjalan. Ia berharap pelaku usaha kuliner lain juga berani memperkenalkan produknya melalui ruang promosi seperti Talam INACRAFT. (ED/Disya)





