Kementerian Perdagangan menyiapkan Paviliun Industri Strategis dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Paviliun di Hall 5 ini akan menampilkan produk unggulan industri nasional, mulai dari kendaraan pertahanan hingga teknologi penerbangan dan kendaraan listrik.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan paviliun tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan kemampuan industri strategis Indonesia kepada pembeli mancanegara. Pemerintah berharap keikutsertaan perusahaan nasional dapat membuka peluang kerja sama perdagangan sekaligus memperluas pasar ekspor.
Sejumlah perusahaan yang akan berpartisipasi antara lain PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), PT Kemenangan, DTECH Engineering, dan Polytron. Mereka akan menampilkan beragam produk dan layanan, termasuk kendaraan serta produk pertahanan, pesawat terbang dan komponen kedirgantaraan, pemeliharaan mesin pesawat dan turbin industri, peralatan navigasi maritim, perangkat elektronik, hingga kendaraan listrik.
Selain industri strategis, Kemendag akan menghadirkan berbagai paviliun manufaktur di Hall 5–9. Produk yang dipamerkan mencakup tujuh kelompok komoditas, yakni elektronik, komponen dan logam; alas kaki dan kosmetik; alat musik; farmasi dan alat kesehatan; tekstil; furnitur; serta produk dari kawasan berikat.
Sektor elektronik, komponen, dan logam akan ditampilkan melalui Paviliun Produk Manufaktur yang terdiri atas Paviliun Elektronik, Paviliun Komponen, dan Paviliun Logam Olahan atau Indonesia Metalworks Pavilion. Ketiganya akan menampilkan produk elektronik, komponen otomotif dan industri, serta solusi berbasis logam untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor usaha.
Menurut Puntodewi, paviliun manufaktur menjadi ruang bagi perusahaan nasional untuk memperkenalkan produk bernilai tambah dan menjajaki kemitraan dengan pembeli internasional. Upaya ini diharapkan memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia dalam rantai pasok global.
Paviliun Alas Kaki, Furnitur, Tekstil, Kawasan Berikat, Farmasi dan Alat Kesehatan, Kosmetik, serta Alat Musik juga akan menampilkan karakter industri manufaktur Indonesia yang beragam. Sektor-sektor tersebut mencakup industri berbasis kreativitas, desain, dan keterampilan hingga industri yang membutuhkan penguasaan teknologi serta standar produksi tertentu.
Puntodewi menilai keragaman produk tersebut menunjukkan peluang ekspor manufaktur Indonesia tidak hanya bertumpu pada industri berskala besar. Inovasi, kualitas produk, dan kemampuan pelaku usaha menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar internasional juga menjadi faktor penting untuk memperluas jangkauan ekspor.
Melalui TEI 2026, Kemendag ingin mempertemukan pelaku industri nasional dengan pembeli dari berbagai negara sekaligus memperkenalkan kapasitas produksi manufaktur Indonesia. Pameran ini menjadi salah satu sarana untuk mendorong kemitraan bisnis dan meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.





