• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Art

Bekraf Dorong Pelaku Fesyen Kembangkan Bisnis Berkelanjutan

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
October 13, 2026
in Art, Ekonomi dan Bisnis
0
Bekraf Dorong Pelaku Fesyen Kembangkan Bisnis Berkelanjutan

Dok Biro Komunikasi Bekraf

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Ekonomi Kreatif membekali 33 pelaku usaha fesyen di Tangerang Selatan, Banten, dengan strategi pengembangan bisnis dan penerapan fesyen berkelanjutan. Pelatihan Manajemen Usaha Fesyen yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 itu menjadi bagian dari aktivasi Creative Hub Fesyen untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif, Iffah Sa’aidah, mengatakan pelatihan tersebut menyasar pelaku usaha yang telah memiliki keterampilan dasar dan ingin mengembangkan bisnisnya. Selain memperkuat kapasitas usaha, kegiatan ini diharapkan membuka ruang kolaborasi dan memperluas jejaring antarperajin serta pelaku industri fesyen.

Menurut Iffah, Creative Hub dikembangkan sebagai ruang belajar dan berjejaring bagi pelaku fesyen di daerah. Melalui program ini, pelaku usaha yang sebelumnya berjalan sendiri dapat bertukar pengalaman, membangun komunitas, dan menjajaki kerja sama untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

Materi pelatihan meliputi praktik fesyen ramah lingkungan, pengenalan tren industri, serta pemanfaatan kembali material melalui teknik upcycling. Peserta juga mempelajari strategi branding dan perlindungan kekayaan intelektual. Kegiatan dilengkapi praktik pengembangan produk, pameran, dan evaluasi hasil karya.

Aktivasi Creative Hub merupakan bagian dari tiga program unggulan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam membangun ekosistem industri kreatif. Program Desa Kreatif berfokus pada penggalian potensi dan penguatan keterampilan masyarakat di tingkat desa. Creative Hub menyasar pelaku usaha di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi untuk meningkatkan kapasitas bisnis. Adapun Creative by Indonesia diarahkan untuk mempromosikan hasil pengembangan kedua program tersebut ke pasar yang lebih luas, dari tingkat daerah hingga global.

Iffah berharap pelaku usaha fesyen daerah mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produknya. Pengembangan merek lokal, menurut dia, juga perlu diarahkan untuk membuka peluang ekspor dan menarik investasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang Selatan, S. Maringan, mengatakan industri kreatif, termasuk fesyen, alas kaki, dan parfum, memiliki peluang untuk memperluas pasar hingga mancanegara. Pertumbuhan usaha di sektor tersebut juga berpotensi membuka lapangan kerja baru.

Maringan berharap pelatihan serupa berlanjut di Tangerang Selatan. Ia menilai masih banyak pelaku usaha fesyen yang membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan skala bisnis. Perkembangan usaha, kata dia, dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus membantu mengurangi pengangguran.

Asri Septiana, pemilik merek My Faye Indonesia, mengatakan pelatihan tersebut memberinya wawasan baru untuk mengembangkan batik dan tenun menjadi busana siap pakai. Ia juga memperoleh inspirasi dari pertemuan dengan pelaku usaha lain, terutama mengenai fesyen berkelanjutan dan pengembangan produk.

Asri berharap pendampingan bagi pelaku usaha fesyen terus berlanjut agar mereka dapat meningkatkan kemampuan dan mengembangkan bisnis secara bersama-sama.

Kementerian Ekonomi Kreatif berharap peserta menerapkan strategi yang diperoleh selama pelatihan sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing. Langkah ini diharapkan memperkuat kesiapan pelaku fesyen Tangerang Selatan menghadapi perubahan tren dan persaingan industri.

Tags: Creative Hub Fesyenekonomi kreatif
Previous Post

DJKI Siapkan Forum Bisnis Paten, Hubungkan Inventor dengan Industri dan Investor

Next Post

Kementerian Ekraf Andalkan Tiga Program untuk Buka Lapangan Kerja

Next Post
Kementerian Ekraf Andalkan Tiga Program untuk Buka Lapangan Kerja

Kementerian Ekraf Andalkan Tiga Program untuk Buka Lapangan Kerja

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo