Natura Home Deco memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 untuk memperluas jangkauan pasar ekspor produk dekorasi rumah berbahan serat alam. Perusahaan yang berbasis di Yogyakarta dan Bekasi ini membidik pasar baru, termasuk Timur Tengah dan negara-negara yang selama ini belum terjangkau.
Ekawati Prayogo, pemilik Natura Home Deco sekaligus anggota Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), mengatakan keikutsertaannya dalam pameran tersebut menjadi kesempatan untuk membuka peluang bisnis baru. Selama ini, pasar utama perusahaan adalah Amerika Serikat, disusul sejumlah negara Eropa.
“Harapan untuk ikut TEI ini, kita ingin membuka peluang baru untuk pasar,” kata Ekawati saat ditemui di sela-sela TEI 2026. Rabu (24/10/2026). Ia berharap pameran tersebut dapat mempertemukannya dengan pembeli dari kawasan yang belum banyak dijajaki perusahaannya.
Menurut Ekawati, kondisi pasar Eropa yang belum sepenuhnya kondusif membuat perusahaan perlu mencari alternatif tujuan ekspor. Ia juga berharap dapat menjangkau pembeli dari negara-negara baru, termasuk Senegal di Afrika, yang berpotensi membuka kesempatan transaksi perdagangan.
Natura Home Deco memproduksi beragam kerajinan dekorasi rumah dengan bahan utama serat alam, seperti rotan dan eceng gondok. Produk-produknya dikerjakan secara manual oleh perajin yang tersebar di sejumlah daerah, antara lain Yogyakarta, Lombok, Tasikmalaya, Cirebon, dan Pekalongan. Perusahaan memiliki fasilitas kerja di Yogyakarta dan Bekasi untuk mendukung kegiatan produksi.
Kapasitas produksinya cukup besar, terutama untuk produk keranjang atau basket. Ekawati mengatakan produksi kategori tersebut dapat mencapai 10 kontainer per bulan. Adapun produk berukuran lebih kecil memiliki volume pengiriman sekitar satu hingga dua kontainer per bulan.
Pasar ekspor masih mendominasi bisnis Natura Home Deco. Ekawati memperkirakan sekitar 95 persen penjualan perusahaan ditujukan ke luar negeri, sedangkan pasar domestik belum berkembang sebesar pasar ekspor.
Di tengah kondisi ekonomi global yang bergejolak, perusahaan justru masih mampu meningkatkan omzet. Menurut Ekawati, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh pelanggan lama yang terus menambah pesanan. Perusahaan mempertahankan hubungan bisnis melalui pelayanan, ketepatan pengiriman, dan konsistensi kualitas produk.
“Kerja keras” dan “pantang menyerah”, kata Ekawati, menjadi kunci untuk mempertahankan usaha di tengah perubahan pasar. Ia menilai kepercayaan pembeli yang telah terbangun menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan pesanan sekaligus memperbesar penjualan.
Keikutsertaan di TEI bukan pengalaman pertama bagi Natura Home Deco. Ekawati mengatakan perusahaannya telah mengikuti pameran tersebut beberapa kali, termasuk tiga kali penyelenggaraan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City.
Melalui TEI 2026, Natura Home Deco berharap dapat memperluas jaringan pembeli internasional dan mengurangi ketergantungan pada pasar yang selama ini menjadi tujuan utama ekspornya. Bagi perusahaan kerajinan berbasis serat alam ini, pasar baru menjadi salah satu peluang untuk menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperluas jangkauan produk Indonesia di pasar global.





