• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Business

Kemenperin Garap Pasar Wastra Lewat Kolaborasi dengan Industri Perhotelan

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
October 15, 2026
in Business, Fashion
0
Kemenperin Garap Pasar Wastra Lewat Kolaborasi dengan Industri Perhotelan
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Perindustrian memanfaatkan sektor pariwisata untuk memperluas pemasaran wastra Indonesia. Melalui kegiatan Journey of Wastra di Discovery Kartika Plaza Hotel, Badung, Bali, pada 2 Oktober 2026, pemerintah mempertemukan perajin, desainer, pelaku industri, dan konsumen untuk memperkenalkan produk wastra ke pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan wastra memiliki peran penting dalam pengembangan industri tekstil dan pakaian jadi nasional. Selain menjadi warisan budaya, kain tradisional Indonesia dinilai memiliki potensi untuk memperkuat karakter produk fesyen dalam persaingan pasar.

“Selain berbagai upaya dalam melestarikan industri wastra nasional, kita harus memastikan bahwa wastra tetap menjadi identitas dan ciri khas dalam pengembangan industri fesyen nasional,” kata Sarmuji dalam keterangannya pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan industri tekstil dan pakaian jadi tumbuh 6,36 persen pada triwulan II 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai ekspornya pada Januari-Juli 2026 mencapai US$ 7,18 miliar. Indonesia juga memiliki 465 sentra tenun dan 200 sentra batik yang menjadi bagian dari ekosistem industri wastra.

Namun, besarnya potensi tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan. Regenerasi perajin, persaingan dengan tekstil bermotif batik, serta kompetisi dari negara produsen yang memiliki struktur biaya lebih efisien menjadi tantangan bagi industri wastra nasional.

Sarmuji menilai pengembangan desain, diversifikasi produk, penguatan merek, dan strategi pemasaran perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Kekayaan motif, teknik pembuatan, dan material tradisional, menurut dia, perlu diterjemahkan menjadi produk yang sesuai dengan perubahan selera konsumen.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan Journey of Wastra menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri wastra, desainer, akademisi, dan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan memperluas jejaring usaha sekaligus membuka akses pasar bagi industri kecil dan menengah.

Menurut Reni, tantangan industri wastra bukan hanya mempertahankan identitas budaya, melainkan juga mengolahnya menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Pengembangan desain menjadi salah satu cara untuk mempertemukan nilai tradisional dengan permintaan pasar kontemporer.

Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Dickie Sulistya Apriliyanto mengatakan keterlibatan sektor swasta, termasuk perhotelan, dapat memperluas ruang promosi produk fesyen dan kriya berbasis budaya. Hotel dinilai memiliki peluang untuk memperkenalkan wastra kepada pengunjung yang berasal dari beragam daerah dan negara.

Dalam Journey of Wastra, BPIFK menggelar diskusi desain bertajuk “Wastra for Market Readiness: Adaptasi Desain Wastra terhadap Pasar dan Konsumen”. Diskusi tersebut menghadirkan Dickie, Direktur Kreatif Setia Cap Cili Idon Pande, serta Ketua IMODEA sekaligus Koordinator Program Studi Desain Mode ISI Bali, Tjok Istri Ratna C.S.

Acara itu juga menampilkan peragaan busana karya Tjok Abi dan Duabe by Padmi, bersama produk industri kecil dan menengah binaan BPIFK, antara lain Kekean, Kominela, Geokraft Bag, Suwari Loka, Sekar Bali Jewelry, dan TSDC (Tanda Sayang dan Cinta) Bag.

Selain peragaan busana, penyelenggara menghadirkan pasar temporer atau pop-up market yang diikuti sejumlah pelaku usaha, seperti Theacastor, Tinizhop, Suwari Loka, Enigma, Sekar Bali Jewelry, AUM Healthy Apparel, dan Lotta Terra. Para peserta memperoleh kesempatan memperkenalkan produk secara langsung kepada konsumen. Pengunjung juga dapat mengikuti demonstrasi mencanting untuk mengenal proses pembuatan batik.

General Manager Discovery Kartika Plaza Hotel Luis Daniel Garcia mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap warisan budaya dan kreativitas Indonesia. Ia berharap pertemuan desainer, perajin, dan pelaku industri dapat membuat wastra lebih dekat dengan masyarakat masa kini.

Kolaborasi pemerintah dengan industri perhotelan ini memperlihatkan salah satu jalur pemasaran alternatif bagi produk wastra. Selain melalui pameran dagang, pengenalan produk di lingkungan pariwisata dapat menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen baru. Tantangannya adalah mengubah perhatian pengunjung menjadi permintaan pasar yang berkelanjutan bagi perajin dan industri fesyen nasional.

Tags: BPIFKDiscovery Kartika PlazaIMODEAJourney of WastraMuhammad SarmujiPerindustrianReni Yanita
Previous Post

Natura Home Deco Bidik Pasar Baru Lewat Trade Expo Indonesia 2026

Next Post

Indonesia Pererat Hubungan Budaya dengan Negara Pasifik Lewat Residensi Seni

Next Post
Indonesia Pererat Hubungan Budaya dengan Negara Pasifik Lewat Residensi Seni

Indonesia Pererat Hubungan Budaya dengan Negara Pasifik Lewat Residensi Seni

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo