Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan para pemimpin agar tidak mengorbankan kepentingan jangka panjang negara demi kepentingan politik sesaat. Keberlanjutan transformasi bangsa, menurut dia, bergantung pada kemampuan setiap generasi pemimpin menjaga arah pembangunan.
“Para pemimpin setiap generasi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan transformasi bangsa tidak terhenti. Kepentingan jangka pendek, termasuk kepentingan politik, tidak boleh mengesampingkan tujuan jangka panjang negara,” ujar SBY dalam orasi ilmiah Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa, 13 Oktober 2026.
Ketua The Yudhoyono Institute itu juga menyoroti perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) sebagai tantangan dalam transformasi digital. Ia menilai teknologi tersebut perlu dikelola secara bertanggung jawab agar dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan, perekonomian, dan sektor strategis lainnya, sekaligus mengantisipasi risiko yang ditimbulkannya.
Dalam acara bertema “FISIP Unpad untuk Indonesia: Merawat Integritas, Menggerakkan Inovasi, dan Membangun Kolaborasi” itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya menghubungkan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan industri dan pasar.
Menurut Teuku Riefky, kampus merupakan sumber gagasan, penelitian, dan karya kreatif yang berpotensi dikembangkan menjadi produk maupun layanan bernilai ekonomi. Namun, inovasi tersebut membutuhkan jalur komersialisasi, perlindungan kekayaan intelektual, serta dukungan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha.
“Potensi kreativitas di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada gagasan atau hasil penelitian. Inovasi harus memiliki jalur menuju industri, memperoleh perlindungan kekayaan intelektual, dan mampu menjangkau pasar,” kata Teuku Riefky.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membantu talenta muda mengembangkan karya menjadi usaha yang berdaya saing sekaligus membuka lapangan kerja. Pemerintah, menurut dia, perlu memperkuat ekosistem yang memungkinkan hasil inovasi kampus dimanfaatkan secara lebih luas.
Rektor Universitas Padjadjaran Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengatakan FISIP Unpad telah berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan, kiprah alumni, dan pemikiran yang bermanfaat bagi masyarakat.
Arief menilai perguruan tinggi perlu memperluas perannya, tidak hanya menghasilkan pemikiran akademis, tetapi juga membantu pemerintah menjawab persoalan masyarakat. Ia berharap FISIP Unpad terus memperkuat kontribusi tersebut sejalan dengan arah pengembangan Unpad sebagai perguruan tinggi yang inklusif dan berdampak.
Peringatan Dies Natalis ke-68 FISIP Unpad itu mempertemukan dua isu pembangunan: kesinambungan kepemimpinan dan pemanfaatan inovasi. Sementara SBY menekankan pentingnya menjaga orientasi jangka panjang dalam transformasi bangsa, Teuku Riefky menyoroti perlunya memastikan kreativitas dan hasil penelitian perguruan tinggi dapat menghasilkan nilai ekonomi serta peluang kerja.





