World Conference on Creative Economy (WCCE) ke-5 akan berlangsung di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026 dengan 1.567 peserta dari 51 negara dan tujuh organisasi internasional yang telah mengonfirmasi kehadiran. Pemerintah Indonesia menargetkan forum ini memperkuat diplomasi ekonomi kreatif sekaligus menghasilkan kerja sama lintas negara.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan hal tersebut dalam Pre-WCCE Networking Reception yang digelar bersama Kementerian Luar Negeri. Ia mengapresiasi dukungan jajaran diplomatik dalam mempersiapkan Indonesia sebagai tuan rumah konferensi yang akan berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.
“Ajang kali ini mengusung tema utama Inclusively Creative: Collective Continuity guna merumuskan agenda Jakarta Vision sekaligus memosisikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan berkelanjutan, diplomasi kreatif, dan kerja sama global,” ujar Teuku Riefky.
Dokumen Jakarta Vision on Creative Economy akan memuat empat klaster strategis: teknologi, kecerdasan buatan dan transformasi digital; keberlanjutan, ekonomi sirkular dan desain regeneratif; kekayaan intelektual dan hak pekerja kreatif; serta inklusivitas, ekosistem kreatif dan pemberdayaan komunitas. Penyusunannya dilakukan melalui konsultasi publik.
WCCE pertama kali digelar di Bali pada 2018, kemudian berlanjut ke Dubai pada 2021, Bali pada 2022, dan Tashkent pada 2024. Konferensi ini kembali ke Jakarta pada 2026 untuk mempertemukan pelaku usaha, akademisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara.
Menurut Teuku Riefky, WCCE bukan sekadar forum internasional, melainkan kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia ke pasar global. Rangkaian acara tahun ini mencakup pameran, forum bisnis, serta pertemuan antarpelaku usaha untuk membahas peluang kolaborasi dan tantangan rantai pasok serta komersialisasi produk kreatif.
Agenda utama berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski dan CGV Grand Indonesia. Rangkaian kegiatan meliputi Friends of Creative Economy Meeting pada 21 Oktober, Ministerial Meeting pada 22 Oktober, serta sesi pleno, Creative Sessions, dan B2B Matchmaking pada 22–23 Oktober.
Kegiatan pendamping juga disiapkan di kawasan SCBD pada 21–25 Oktober. Tiga area Creativillage akan dibuka untuk publik, yakni Ashta District 8 untuk arsitektur, desain, dan fesyen; MGP Space untuk film, musik, gim, dan kuliner; serta WCCE Weekland di SCBD Park yang melibatkan pelaku usaha lokal.
Rangkaian konferensi terhubung dengan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober melalui gerakan OktoberKreasi. Pemerintah berharap kegiatan tersebut memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi bisnis.
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menegaskan dukungan Kemlu terhadap pelaksanaan WCCE 2026. Ia berharap konferensi ini menghasilkan proyek dan kemitraan konkret yang dapat berlanjut setelah acara berakhir.
“Kami mengajak para diplomat dan mitra internasional untuk aktif berkolaborasi dengan pelaku industri kreatif Indonesia, serta tidak ragu membuka ruang komunikasi demi mengatasi berbagai tantangan dalam mewujudkan kemitraan global tersebut,” kata Arif.
Informasi dan pendaftaran WCCE 2026 tersedia melalui situs resmi www.wcce.id dan akun Instagram @wcceid. Dalam kegiatan tersebut, Teuku Riefky didampingi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Dessy Ruhati, Deputi Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Mohammed Ali Berawi, serta Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Danny Rahdiansyah.





