Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan keberagaman musik Indonesia menjadi kekuatan dalam pemajuan kebudayaan nasional. Dari Sabang hingga Merauke, musik berkembang melalui berbagai ekspresi budaya yang mencerminkan kekayaan suku bangsa dan dinamika masyarakat.
Fadli menyampaikan hal itu dalam taklimat media Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan. Menurut dia, musik merupakan salah satu dari 10 objek pemajuan kebudayaan yang memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.
“Indonesia ini adalah negara dengan mega diversity. Ekspresi budaya kita melalui musik sangat beragam, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Kita punya 1.340 suku bangsa, tentu ragam musiknya sangat menarik,” kata Fadli.
Ia mengatakan musik Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Di tengah globalisasi, musik nasional tetap mendapat tempat di masyarakat dan menunjukkan dinamika genre serta kreativitas para musisi.
Fadli juga mengapresiasi masyarakat yang menjadikan musik Indonesia sebagai pilihan utama. Menurut dia, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia mendengarkan musik nasional, yang menunjukkan perkembangan ekosistem musik dalam negeri.
“Ini merupakan sebuah prestasi luar biasa. Ekosistem musik Indonesia ditumbuhkan dengan sangat baik,” ujarnya.
Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia periode 2022-2027, Candra Darusman, mengatakan AMI Awards bukan sekadar agenda penghargaan tahunan, melainkan juga cerminan perkembangan musik Indonesia.
Menurut Candra, penyelenggaraan selama 29 tahun memperlihatkan keberlanjutan kreativitas musisi serta munculnya karya-karya baru dari berbagai genre.
“29 tahun AMI terselenggara bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi juga ada karya-karya baru yang ditampilkan, bukti kekayaan budaya musik Indonesia yang begitu luar biasa,” kata Candra.
AMI Awards 2026 diselenggarakan Yayasan Anugerah Musik Indonesia dengan dukungan Kementerian Kebudayaan. Mengusung tema “Ruang Nada Nusantara”, penghargaan tahun ini mengangkat keberagaman suara Indonesia sekaligus mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan musik nasional.
Malam puncak AMI Awards ke-29 dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 4 November 2026, di Ciputra Artpreneur, Jakarta.
Empat Kategori Baru
AMI Awards 2026 menghadirkan 67 kategori penghargaan berdasarkan hasil sidang kategorisasi yang berlangsung pada 22 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Empat kategori baru diperkenalkan untuk mengakomodasi perkembangan genre dan ekspresi musik Indonesia, yakni Album Rap/HipHop Terbaik, Karya Produksi Musik Etno Terbaik, Karya Produksi HipDut Terbaik, serta Karya Produksi Lagu Pesta Timur Terbaik.
Penambahan kategori tersebut menjadi bagian dari upaya AMI mengikuti perkembangan musik yang semakin beragam, termasuk genre yang tumbuh dari komunitas dan wilayah tertentu.
Melalui kategori baru, penyelenggara berupaya memperluas ruang apresiasi bagi musisi dan karya yang merepresentasikan dinamika musik Indonesia.
Fadli mengatakan keberagaman musik Indonesia dapat menjadi modal untuk memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.
Kementerian Kebudayaan, menurut dia, akan terus mendukung pemajuan ekosistem musik nasional melalui penguatan apresiasi terhadap karya musisi, keberlanjutan kreativitas, dan inovasi.
Taklimat media AMI Awards 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, serta sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan dan perwakilan pemerintah daerah.
Melalui AMI Awards 2026, pemerintah berharap musik Indonesia terus berkembang sebagai ekspresi budaya yang hidup, sekaligus menjadi ruang bagi kreativitas dan kolaborasi lintas generasi.
Dengan keragaman genre, tradisi, dan latar budaya, musik Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat identitas nasional, tetapi juga semakin dikenal di panggung internasional.





