Eiger Nature dikembangkan di Kabupaten Bogor dengan menggabungkan wisata alam, konservasi, dan aktivitas ekonomi kreatif. Pemerintah berharap kawasan ini membuka peluang usaha bagi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan Eiger Nature dapat menjadi ruang kolaborasi antara subsektor fesyen, kriya, desain lingkungan, dan pariwisata. Menurut dia, pemanfaatan kekayaan alam perlu berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
“Eiger Nature merupakan manifestasi nyata dari sinergi sektor ekonomi kreatif, kriya, dan desain lingkungan yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat,” kata Riefky.
Ia berharap kawasan itu menjadi wadah bagi kreator lokal untuk mengembangkan seni pertunjukan, kuliner, dan produk kriya. Pemerintah, kata dia, juga perlu memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai pengembangan destinasi berbasis konservasi dan budaya dapat memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.
“Lewat perpaduan edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat, mari kita pastikan semakin banyak yang menikmati keindahan alam Indonesia, semakin kuat pula komitmen kita untuk melestarikannya,” ujar Widiyanti.
Menggabungkan wisata dan konservasi
Eiger Nature dikembangkan pada tahap pertama di atas lahan seluas 73,23 hektare yang memanfaatkan area PTPN. Kawasan ini juga mengintegrasikan upaya pelestarian area konservasi seluas 253,66 hektare di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Fasilitas yang disiapkan mencakup jelajah alam melalui Nature Walk, Forest Adventure, dan jembatan gantung, serta eksplorasi budaya melalui Cultural Walk. Pengunjung juga dapat menikmati fasilitas rekreasi keluarga seperti rumah pohon, Net Adventure, dan Playscape.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan berharap kawasan tersebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Pemerintah provinsi dan kabupaten, kata dia, akan mendukung pengembangan destinasi agar manfaatnya dapat dirasakan warga.
Founder dan Chairman Eiger Group Ronny Lukito mengatakan pelestarian alam membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pengelola kawasan.
“Merawat alam bukan sekadar menjaga apa yang kita miliki hari ini, melainkan memastikan generasi penerus dapat mengenal keindahannya, merasakan manfaatnya, dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Ronny.
Peresmian Eiger Nature diawali prosesi kebudayaan bertajuk “Memuliakan Bumi”, dilanjutkan penanaman pohon dan penandatanganan prasasti oleh sejumlah pejabat.
Pengembangan ekowisata tidak cukup diukur dari jumlah fasilitas dan kunjungan. Dampaknya terhadap lingkungan, keterlibatan masyarakat lokal, serta distribusi manfaat ekonomi menjadi faktor penting untuk memastikan kawasan ini benar-benar berjalan sebagai destinasi berkelanjutan.





