Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Moraza meminta lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) memperluas pembiayaan ke sektor produksi dan wilayah yang masih tertinggal. Penyaluran KUR di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Hingga 23 Oktober 2026, realisasi KUR nasional mencapai Rp 262,4 triliun atau 91 persen dari target Rp 290 triliun. Pembiayaan itu menjangkau 4,07 juta debitur. Jumlah debitur baru telah mencapai 118 persen dari target, sedangkan penyaluran ke sektor produksi mencapai 66 persen, melampaui target 65 persen.
Namun, ketimpangan wilayah masih terlihat. Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menyerap Rp 150,5 triliun atau sekitar 57 persen dari total KUR nasional. Dari jumlah itu, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menyumbang sekitar 78 persen. Adapun Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur baru memperoleh sekitar 12 persen.
“Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengakselerasi penyaluran KUR, khususnya pada sektor produksi, pencapaian target debitur baru, dan pemerataan penyaluran di Bali dan Nusa Tenggara,” kata Helvi dalam rapat koordinasi penyaluran KUR regional di Surabaya, Selasa, 27 Oktober 2026.
Helvi menilai penyaluran KUR sektor produksi di regional tersebut masih perlu ditingkatkan. Porsinya baru mencapai 61,1 persen, sedangkan realisasi debitur yang naik kelas atau graduasi baru 64 persen dari target.
Kementerian UMKM akan memperkuat kesiapan pengusaha mengakses pembiayaan melalui fasilitasi Nomor Induk Berusaha, pendampingan pencatatan keuangan, dan peningkatan literasi pembiayaan. Kementerian juga meminta lembaga penyalur terlibat dalam program seperti Festival UMKM, Kumitra, dan Bursa Wirausaha yang memfasilitasi sertifikasi serta pendaftaran NIB.
Pemerintah daerah diminta lebih aktif mengidentifikasi calon debitur potensial dan memasukkan datanya ke Sistem Informasi Kredit Program. Kementerian juga akan meningkatkan koordinasi dengan dinas daerah dan perbankan untuk memetakan potensi industri lokal agar pembiayaan lebih tepat sasaran.
“Ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan upaya mewujudkan pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja baru,” ujar Helvi.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengapresiasi rapat koordinasi tersebut. Ia mengatakan Bank Jatim terus mengusulkan calon penerima KUR agar pembiayaan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM.
“Harapannya, penyelenggaraan KUR bisa lebih terbuka lagi. Kita ingin mencari terobosan agar sektor produktif bisa meningkat,” kata Emil.




