• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Talam 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home SMEs

Menyulap Limbah Jadi Miniatur Bambu

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
April 4, 2019
in SMEs
0
Menyulap Limbah Jadi Miniatur Bambu
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dua dekade Micky menekuni kerajinan miniatur Bambu dan banyak yang mengagumi produknya, bahkan sudah di kenal di negeri ini. Ia berharap, uluran bantuan yang mampu membawa produknya ke pasar global.

Micky Mulyadi merupakan spesialis perajin miniatur bambu. Sejak duduk di SLTA, ia mengagumi aneka jenis kapal tradisional khususnya kapal layar tradisional Indonesia Pinisi. Menurutnya, kapal suku Bugis ini selain kokoh juga artistik, mampu mengarungi samudera hingga mancanegara.

Kekagumannya akan kapal Pinisi, menghantarkan Micky sebagai perajin miniatur bambu. Kala itu, anak muda yang terampil itupun terobsesi membuat miniatur Pinisi. Banyak bahan yang bisa dipakai untuk membuat kapal layar tradisional, dengan syarat murah, mudah di dapat, mudah dibentuk, dan kuat, akhirnya pilihannya adalah bambu.

Mulailah Micky merealisasikan keinginannya membuat miniatur Pinisi dengan panjang satu meter, yang dibuatnya selama satu bulan. Tak disangka-sangka hasil karyanya banyak dikagumi keluarga, teman-teman, dan tetangga yang melihatnya. Bahkan, banyak yang ingin memiliki dan mau memesan miniatur Pinisi kerajinan bambu miliknya.

Micky mulai membuat aneka miniatur tidak hanya kapal, tapi juga bangunan, hewan, sosok super hero, dan aneka suvenir. “Dengan modal Rp15 ribu, kita bisa membuat produk senilai Rp150 ribu sampai Rp250 ribu,” terangnya.

Pengakuan Micky, banyak sekali obyek yang bisa dijadikan produk miniatur bambu, Misal, obyek bangunan property yang lazim dibuatkan maketnya dari plastik bisa digantikan dengan bahan bambu. “Dengan bambu justru terlihat lebih antik dan unik, apalagi untuk miniatur bangunan rumah/ gedung tradisional, sangat inovatif,”imbuhnya.

Kerajinan miniatur dari bambu yang dibuat Micky ada yang berupa bangunan bertingkat, rumah tradisional, bahkan, ia juga pernah membuat anjungan lepas pantai eksplorasi minyak pesanan Pertamina. “Jadi produk apa saja bisa dibuat tergantung mau pesan produk miniatur apa,” paparnya.

Kepiawaiannya membuat miniatur bambu, membuat Micky kerap diajak ikut pameran mulai tingat lokal, sampai tingkat nasional. Dan produk miniatur Bambu buatan perajin yang otodidak itu kerap mendapatkan berbagai predikat juara. Sebagai perajin miniatur Bambu, ia juga bergabung dalam berbagai organisasi perajin tingkat lokal dan nasional, seperti Forum Komunikasi Seniman Bogor (FKSB) dan anggota Dekranasda Jabar.

Selain produk miniatur Bambu limited edition, Micky juga kerap mendapat pesanan membuat suvenir dalam jumlah besar, secara periodik. Seperti pembuatan suvenir khas Kota Bogor, yang berupa simbol kota, yakni Tugu Kujang.

Dia optimis produknya akan digemari buyer mancanegara, karena banyak turis asing yang tertarik mengunjungi work shop nya dan antusias untuk belajar membuat kerajinan miniatur Bambu. Namun demikian, dua dekade menekuni kerajinan miniatur bambu, dia mengaku belum pernah mendapat bantuan dana atau kredit usaha murah, untuk mengembangkan usahanya. Ia pun berharap, ada BUMN atau institussi pemerintah yang bisa membantu pemasaran produk miniatur bambunya ke pasar mancanegara. (Adyan Soeseno)

Tags: asephibambucrafthandicraftinacraftinacraft newsindonesia craftkayukerajinankerajinan bambukerajinan indonesiaproduk kerajinan
Previous Post

Untuk Hadapi Persaingan, Batik Wajib SNI

Next Post

Sulap Kaleng Bekas Jadi Lukisan Unik

Next Post
Sulap Kaleng Bekas Jadi Lukisan Unik

Sulap Kaleng Bekas Jadi Lukisan Unik

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo