• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Art

Ajeng Martia Saputri dan Metafora Rumah yang Terbakar

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
April 12, 2026
in Art, Event
0
Ajeng Martia Saputri dan Metafora Rumah yang Terbakar
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Rumah lazim dipahami sebagai ruang paling aman, tempat pulang yang menawarkan perlindungan dan ketenangan. Namun, bagi perupa Ajeng Martia Saputri, rumah juga dapat menjadi metafora atas harapan, ketegangan, sekaligus perjuangan untuk bertahan hidup.

Gagasan itu dihadirkan dalam pameran tunggal perdananya bertajuk Sebuah Rumah Masih Bisa Terbakar, Meskipun Anda Berada di Rumah 24/7, yang berlangsung pada 11–29 April 2026 di Studio 22, Grand Wijaya Centre, Blok G10, Lantai 2, Jakarta Selatan.

Pameran ini mengusung perspektif kehidupan yang bergerak di antara harapan, kecemasan, dan daya tahan manusia menghadapi situasi yang tak terduga. Bentuk-bentuk perabot rumah tangga dihadirkan sebagai citra visual yang merepresentasikan gagasan tentang rumah, terutama bagi perempuan, kerap dimaknai sebagai simbol rasa aman dan perlindungan.

Namun, dalam tafsir Ajeng, rumah itu dapat sewaktu-waktu “terbakar” dan kehilangan fungsi dasarnya sebagai tempat berlindung. Dari situ lahir pertanyaan mendasar: bertahan di dalam atau memilih keluar? Sebuah dilema yang, menurutnya, tidak mudah dijalani maupun dijawab.

Ajeng, lulusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung, dikenal sebagai perupa yang praktik seninya berakar pada pengalaman personal dan kepekaan terhadap peristiwa sehari-hari. Pengalaman tersebut ia terjemahkan ke dalam karya yang mengeksplorasi dimensi terapeutik dan reflektif seni.

Dalam pameran ini, ia menghadirkan karya dua dan tiga dimensi yang menelusuri memori, emosi, serta seluk-beluk kehidupan domestik. Melalui medium tersebut, Ajeng mengajak pengunjung memasuki ruang batin yang intim, tempat rumah tidak lagi sekadar bangunan fisik, melainkan simbol dari kondisi psikologis dan pengalaman hidup.

Ajeng sebelumnya meraih Penghargaan Kompetisi Lukis Terbaik UOB 2018 sebagai Juara Emas untuk kategori seniman mapan. Ia juga pernah meraih juara ketiga dalam Kompetisi Salihara Trimatra pada 2017.

Menurut Ajeng, konsep rumah yang ia bangun dalam pameran ini berangkat dari proses penciptaan yang menyerupai pembangunan sebuah hunian sejak awal.

“Dibangun dari batu bata sampai akhirnya rumah mempunyai bentuk, lalu terbakar oleh sebab yang tidak diketahui. Mau tidak mau, dijaga bagaimanapun, kita tidak pernah tahu kapan hal itu akan terjadi,” ujarnya kepada redaksi di sela pembukaan pameran.

Ia menjelaskan, karya-karya yang ditampilkan banyak menggunakan medium kertas dan cat air. Proses awal dimulai dari permainan warna yang kemudian berkembang menjadi garis-garis dan penggambaran objek realistik.

“Saya menggunakan kertas dengan watercolour. Pengerjaan awal berupa warna, lalu muncul garis, kemudian penggambaran objek realistik seperti gunting, pisau, kunci, dan peniti. Itu merupakan benda-benda yang sering kita temukan di dalam rumah,” kata Ajeng.

Studio 22 membuka pameran ini setiap Senin hingga Sabtu pukul 13.00–19.00 WIB. (FA)

Tags: ajeng martia saputriseni rupa
Previous Post

Pameran Tunggal Puti Mustika Angkat Keindahan Flora dalam “Whispers in Bloom”

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

smile haartransplantation kosten istanbul

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo