• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Cover Story

Desain Booth Pameran di Era New NorMICE

Achmad Ichsan by Achmad Ichsan
November 17, 2020
in Cover Story, Headlines
1
Desain Booth Pameran di Era New NorMICE
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di era normal baru, berbagai industri harus menyiapkan kebiasaan baru untuk memulai kembali bisnis mereka. Ini juga dilakukan di industri pameran, salah satunya terkait dengan stand pameran. Selain memprioritaskan protokol kesehatan, pengaturan stan pameran juga harus menjadi perhatian khusus di era normal baru.

Iwan Jahya, Presiden Direktur PT Wanindo Prima, mengatakan bahwa ada lima ide yang dapat diterapkan oleh kontraktor stan di era normal baru ini, saat mengahdiri acara ASPERAPI Afternoon Talk Zoombinar Series dengan tema “Indonesia New NorMICE”.

  1. Jarak gateway pameran

Menurut Iwan, jika dalam kondisi normal jarak gateway hanya 2,5 meter, dengan pandemi ini gateway dibuat lebih lebar dengan jarak tiga meter.

  1. Sirkulasi peserta dan pengunjung

Dalam kondisi saat ini, pintu masuk dan keluar pameran harus dibuat secara terpisah sehingga petugas keamanan lebih mudah mengatur sirkulasi orang yang masuk. Ini juga dilakukan untuk menghindari sentuhan fisik antara orang yang memasuki pameran dan keluar dari pameran.

  1. Tidak perlu menggunakan tabel transaksi

Dalam kondisi normal, menempatkan meja transaksi di setiap stan pameran menjadi hal yang wajar. Namun, di bawah kondisi ini, Iwan menyarankan agar setiap stan mengecualikan meja transaksi untuk mengurangi interaksi dalam pameran.

“Jika memang ada pengunjung yang ingin menggunakan meja transaksi, kita dapat mengatur meja ini di VIP Lounge. Biasanya terjadi di pameran B2B yang menggunakan Lounge VIP untuk melakukan transaksi antara peserta dan pengunjung,” kata Iwan.

  1. Ukuran konter

Menurut Iwan, jika biasanya hanya membuat satu meja penghitung dengan ukuran 1 x 0,5 meter, sekarang dibuat meja dengan ukuran 1 x 1 meter. Dalam membuat konter ini, Iwan memberi kliennya tiga jenis pilihan desain. Alternatif pertama adalah menggunakan meja berukuran 1 x 1 meter, maka alternatif kedua masih menggunakan ukuran normal, yaitu 1 x 0,5 meter dengan syarat ada partisi tambahan di bagian depan meja dengan ukuran 0,5 meter.

Sedangkan untuk alternatif ketiga juga menggunakan meja ukuran 1 x 0,5 meter dengan tambahan akrilik di bagian depan meja. “Alternatif ketiga ini jelas membutuhkan biaya yang lebih mahal, jadi saya sarankan memilih satu atau dua alternatif,” kata Iwan.

  1. Melarang pengunjung memasuki bilik pameran

Dalam hal ini, larangan dicadangkan untuk stan pameran dengan ukuran standar 3 x 3 meter. Karena ukuran booth yang kecil lebih rentan terhadap penularan virus sehingga pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke booth.

Namun demikian, untuk stan yang memiliki ukuran 6 x 3 meter masih diperbolehkan untuk menerima pengunjung ke stan dengan memenuhi persyaratan jarak fisik. Pengunjung yang masuk juga akan dibatasi, hanya sekitar 3-4 orang.

“Bagi pengunjung yang tidak bisa masuk, kita bisa mengakali dengan menempatkan display produk di sisi kiri dan kanan stan. Jadi, pengunjung dapat melihat contoh produk mereka yang dipajang dipajang di depan stan mereka,” kata Iwan.

Tidak hanya mempersiapkan ide merancang desain stan untuk era normal baru, Iwan juga melatih pekerjanya untuk menerapkan protokol kesehatan. Iwan telah meminta semua pekerjanya untuk memeriksa suhu tubuh mereka, menggunakan topeng, helm, pelindung wajah, seragam, dan sepatu ketika membangun stan pameran.

“Meskipun posisi kami sekarang tanpa acara, kami mencoba melakukan gladi resik dalam menghadapi normal baru dan kami juga membiasakan pembangun kami untuk menghadapi ini. Kami telah membuat SOP pasca-COVID-19 baru untuk kami pekerja, ” kata Iwan. (Achmad Ichsan)

Tags: achmad ichsanbothdesaindisplayerainacraftinacraft fairinacraft newskerajinanMicenewnormalpameranpengunjungvirus
Previous Post

Manjakan Tamu Dengan Berbagai Fasilitas

Next Post

Dafam Ekspress Jaksa Jakarta

Next Post
Dafam Ekspress Jaksa Jakarta

Dafam Ekspress Jaksa Jakarta

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo