• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Art

Hadirkan 13 Ribu Buyers, IFEX 2026 Catat Transaksi Rp4,8 Triliun

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
March 9, 2026
in Art, Business, Cover Story, Focus ASEPHI, Headlines
0
Hadirkan 13 Ribu Buyers, IFEX 2026 Catat Transaksi Rp4,8 Triliun
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pameran furnitur dan kerajinan business-to-business (B2B) terbesar di Asia Tenggara, Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, resmi ditutup setelah berlangsung selama empat hari pada 5–8 Maret 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Pameran yang diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo itu mencatatkan nilai transaksi on-the-spot sebesar US$300 juta atau sekitar Rp4,8 triliun.

Sepanjang penyelenggaraan, IFEX 2026 menarik kehadiran 13.437 buyers dan visitor dari berbagai negara. Capaian tersebut memperlihatkan tingginya minat pasar global terhadap produk furnitur Indonesia sekaligus memperkuat posisi IFEX sebagai salah satu pameran furnitur terbesar di kawasan.

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan IFEX terus berkembang menjadi platform bisnis global yang mempertemukan produsen furnitur Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara. “Antusiasme pengunjung dan capaian transaksi tahun ini menunjukkan furnitur Indonesia memiliki daya saing kuat di pasar global,” ujarnya dalam konferensi pers pada hari terakhir pameran, Sabtu, 8 Maret 2026.

Penyelenggaraan IFEX tidak hanya menjadi ajang transaksi bisnis, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi industri furnitur dan kerajinan nasional. Melalui pameran ini, produsen lokal—mulai dari perusahaan besar hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah—memperoleh peluang memperluas jaringan bisnis, meningkatkan volume ekspor, sekaligus memperkenalkan desain dan craftsmanship Indonesia ke pasar internasional.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan IFEX kini berkembang lebih dari sekadar pameran dagang. “IFEX telah menjadi platform business networking global bagi pelaku industri furnitur dan kerajinan. Di sini produsen, buyers, desainer, dan pelaku bisnis dapat bertemu langsung untuk menjalin kemitraan baru dan mengeksplorasi peluang kolaborasi,” ujarnya.

Menurut dia, China menjadi negara dengan jumlah buyers terbanyak yang hadir pada IFEX 2026. Selanjutnya disusul oleh Uni Eropa, Australia, Amerika Serikat, India, Singapura, Jepang, dan Malaysia. Secara keseluruhan, buyers yang hadir berasal dari 86 negara.

“Kehadiran buyers dari berbagai kawasan, meskipun di tengah situasi geopolitik global, menunjukkan bahwa mereka tetap mempercayakan IFEX sebagai tujuan bisnis,” kata Daswar.

Minat pasar domestik juga menunjukkan tren positif dalam penyelenggaraan tahun ini. Sejumlah exhibitor melaporkan memperoleh kesepakatan proyek lokal, terutama dari sektor properti seperti hunian sewa jangka pendek dan konsep akomodasi serupa. Produk dengan material alami seperti batu, kayu solid, dan serat tercatat menjadi salah satu yang paling diminati.

Peningkatan minat tersebut sejalan dengan berkembangnya tren wellness living, yaitu konsep hunian yang menonjolkan suasana tenang, nyaman, dan dekat dengan alam.

Selama empat hari penyelenggaraan, berbagai diskusi bisnis, penjajakan kemitraan, hingga kesepakatan transaksi berlangsung dinamis. Interaksi antara peserta pameran dan buyers internasional membuka peluang kolaborasi baru sekaligus memperkuat kepercayaan pasar global terhadap produk furnitur Indonesia.

Sobur mengatakan industri furnitur nasional masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang. “Masih banyak peluang untuk meningkatkan nilai ekspor, tentu dengan peningkatan kualitas produk dari sisi desain, keberlanjutan, hingga pemasaran. Promosi melalui pameran seperti IFEX juga semakin dicari oleh buyers internasional,” ujarnya.

Tags: Abdul SoburDaswar MarpaungDyandra PromosindoHIMKIHimpunan Industri Mebel dan Kerajinan IndonesiaIFEXIndonesia International Furniture Expo
Previous Post

Ketika Tafsir-Tafsir Sapardi Djoko Damono Mewujud dalam Kanvas

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

smile haartransplantation kosten istanbul

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo