Pada 19 Februari 2026, Indonesia dan perusahaan-perusahaan dari AS menandatangani 11 nota kesepahaman (MoU) di Washington, D.C., senilai USD 38,4 miliar yang mencakup berbagai sektor termasuk furnitur dan produk kayu. Kesepakatan ini terjadi menjelang perjanjian dagang timbal balik antara Indonesia dan AS yang juga ditandatangani oleh Presiden Prabowo dengan Presiden AS Donald Trump.
Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan mitra industri di Amerika Serikat (AS) dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat. Penandatanganan disaksikan delegasi pemerintah dan pelaku usaha kedua negara.
HIMKI menandatangani MoU dengan American Hardwood Export Council untuk kerja sama furnitur dan produk kayu. Menargetkan peningkatan ekspor furnitur dan produk kayu olahan Indonesia sebesar 15–20 persen dalam dua tahun ke depan, dengan fokus pada produk berkelanjutan dan bersertifikasi legalitas kayu.
Sementara itu, ASMINDO melakukan MoU dengan Bingaman & Son Lumber, Inc. di bidang furnitur, menekankan penguatan akses pasar untuk segmen home décor dan craft premium, termasuk perluasan jaringan distribusi di kawasan Pantai Timur dan Barat AS.
ASMINDO menambahkan, pasar AS masih menjadi salah satu tujuan utama ekspor furnitur Indonesia dengan kontribusi signifikan terhadap total ekspor tahunan. Karena itu, partisipasi dalam kunjungan resmi Presiden dinilai strategis untuk memperkuat kepercayaan buyer, kepastian pasokan, serta isu keberlanjutan (sustainability) yang kini menjadi syarat utama masuk pasar global.
Catatan ASMINDO menunjukkan hampir 60 persen ekspor mebel Indonesia terserap di pasar Amerika Serikat. Pada 2025, nilai ekspor mebel ke Amerika Serikat mencapai 979 juta dolar AS dari total ekspor mebel nasional sebesar 1,82 miliar dolar AS. ASMINDO menargetkan pertumbuhan industri mebel dan kerajinan sebesar 20 persen per tahun.
Kementerian terkait yang turut mendampingi menyatakan dukungan terhadap langkah HIMKI dan ASMINDO, terutama dalam harmonisasi standar, promosi terpadu, serta pembiayaan ekspor. Pemerintah juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan momentum ini untuk memperluas portofolio produk bernilai tambah tinggi dan memperkuat branding “Made in Indonesia” di pasar Amerika.
Dengan penandatanganan kerja sama ini, HIMKI dan ASMINDO optimistis kolaborasi dagang Indonesia–AS akan semakin erat, membuka peluang kontrak baru, serta memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok furnitur dan kerajinan yang kompetitif di pasar global.




