Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, mengatakan kehadiran Designer Showcase menunjukkan bahwa IFEX tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga ruang strategis yang mengintegrasikan desain, industri, dan pasar global. Menurut dia, kolaborasi antara produsen dan desainer menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah serta daya saing furnitur Indonesia di pasar internasional.
Program ini digelar melalui kerja sama dengan sejumlah organisasi dan komunitas desain, seperti Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII), Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), MadeCon, serta Good Design Indonesia. Kolaborasi tersebut menunjukkan upaya industri furnitur nasional untuk bergerak menuju pendekatan yang lebih design-driven dan berorientasi global.
Sebagai platform business-to-business (B2B), IFEX juga membuka peluang interaksi langsung antara pelaku usaha dengan pembeli internasional, distributor, pemilik proyek, hingga sourcing agent dari berbagai negara. Sejumlah agenda seperti business matching, hosted buyer, seminar, serta forum jejaring profesional menjadi sarana untuk menciptakan koneksi bisnis yang lebih terarah dan berpotensi menghasilkan transaksi.
Dalam skala yang lebih luas, pameran ini menjadi ruang strategis bagi pelaku industri furnitur Indonesia untuk memperkenalkan kualitas material, kekuatan craftsmanship, serta keunggulan desain kepada pasar global. Integrasi antara kekuatan produksi dan inovasi desain melalui Designer Showcase diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekspor sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok furnitur dunia.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan IFEX tidak hanya berfungsi sebagai pameran dagang, tetapi juga menjadi simbol ketahanan dan adaptasi industri furnitur nasional. Ia menilai kekayaan material alami, tradisi craftsmanship yang diwariskan lintas generasi, serta komitmen terhadap produksi berkelanjutan menjadi fondasi kuat bagi industri furnitur Indonesia untuk terus berkembang di pasar global.
Pada hari pertama penyelenggaraan, pameran ini juga mendapat kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang meninjau sejumlah stan peserta. Kunjungan tersebut menegaskan pentingnya kreativitas dan inovasi desain dalam meningkatkan daya saing industri furnitur nasional, sekaligus menunjukkan dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem desain di Indonesia.
HIMKI secara rutin juga menggelar HIMKI Design Awards yang kini memasuki tahun keempat, serta Youth Designer Awards untuk mendorong partisipasi desainer muda. Penilaian penghargaan ini tidak hanya berfokus pada estetika desain, tetapi juga fungsi, nilai budaya, material yang digunakan, serta potensi daya saing produk di pasar global.
Pada The 4th HIMKI Design Awards, kategori Indonesian Signature Living Furniture dimenangkan oleh Icon Swivel Lounge Chair Outdoor dari Indospace dan Ocean Sideboard dari PT Tarra Green Eurasia. Untuk kategori Indonesian Signature Dining Furniture, penghargaan diraih Zen Dining dari PT Ast Indonesia dan Genta Dining Chair dari Razzaq Berkah Mulia. Sementara kategori Indonesian Signature Home Decor dimenangkan Arunika Rafflesia Basket dari PT Multiyasa Abadi Sentosa dan Sub Table Lamp dari Studiohiji.
Adapun Youth Designer Awards dimenangkan Yasmine Khalida Putri dengan desain Chairkuru dan Gabriel Anandityo Wicaksono dengan desain Vernakular Tray. Keduanya merupakan mahasiswa Institut Teknologi Bandung.
Abdul Sobur berharap ajang tersebut dapat semakin mendorong lahirnya desainer muda yang berkontribusi memperkaya desain furnitur Indonesia. “Kami berharap semakin banyak desainer muda yang berkompetisi dan menghadirkan karya yang mampu memperkuat daya saing furnitur Indonesia di tingkat global,” ujarnya.




