Keindahan alam ternyata banyak menginspirasi seniman untuk membuat karya lukis. Sebagian besar lukisan yang diciptakan di negeri ini mempunyai karakter tentang lukisan pemandangan, lanskap alam dan lingkungan sekitar. Hal ini memberi keleluasaan bahwa sekitar tempat hidup tidak ada habisnya untuk di eksplorasi bahkan yang paling dekat dengan latar hidup seniman secara keseharian.
Pendekatan obyek alam memberi pendekatan tersendiri dalam pameran berjudul Living Eden ini, melalui sejarah dapat meninjau ulang seniman yang selalu melukiskan obyek alam baik pemandangan, dan lanskap, ternyata saling berkait cara melukiskan obyek alam tersebut. Baik melukiskan gunung, sawah atau sungai. Obyek yang fundamental dari dulu hingga kini, dalam lukisan bertema sekeliling tempat hidup pelukis. Landasan itulah yang digunakan merefleksi karya-karya dalam pameran ini.
Pameran akan dibuka pada tanggal 4 April 2026, pukul 13.00 WIB, bertempat di Neo Gallery Masterpiece Building 2nd Floor Jl. Tanah Abang IV No. 23-25, Jakarta. Pameran akan berlangsung selama bulan April 2026.
Seniman peserta : Akbar Linggaprana, Bambang Sudarto, Chusin Setiadikara, Inda. C Noerhadi, Iryanto Hadi, Ni Nyoman Sani, P. Lanny Andriani, Pardoli Fadli, Prabu Perdana, Putu Sutawijaya, R.E Hartanto, Siont Teja, Susilo Bambang Yudhoyono, Syakieb Sungkar, Tommy F. Awuy
Pameran ini juga mengikut sertakan para maestro lukis terdahulu, seperti : Affandi, Basoeki Abdullah, Dullah, Hendra Gunawan, Henk Ngantung, Lee Man Fong, S. Sudjojono, Widayat.
Pameran dikurasi oleh : Anna Sungkar.
Rencana pameran akan dibuka oleh Mr. Daniel Ginting, sebagai host pameran Mr. Sendy Widjaja dan
Dr. Melani Setiawan.
Sedangkan karya-karya yang terpajang selain lukisan ada patung dan instalasi. Menurut kurator pameran Anna Sungkar, Alam tidak hanya dipandang sebagai objek visual, tetapi juga sebagai pengalaman emosional dan spiritual yang terhubung dengan sejarah dan lingkungan tropis.
“Melalui keterlibatan seniman lintas generasi, pameran ini menyajikan dialog pendekatan yang beragam, mulai dari realis hingga ekspresif,” ungkap Anna Sungkar, kurator dalam pengantar tulisan pameran ini. (FA)




