• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Cover Story

Menpar Ingin Garut Jadi Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

Achmad Ichsan by Achmad Ichsan
September 2, 2019
in Cover Story, Headlines
0
Menpar Ingin Garut Jadi Destinasi Pariwisata Kelas Dunia
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ingin menjadikan Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat membuka Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang di objek wisata Situ Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin siang (2/9/2019) mengatakan Garut memiliki potensi menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Apalagi, kabupaten ini memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan yaitu Situ Bagendit, Dayeuh Manggung, serta Candi dan Situ Cangkuang.

“Dari tiga destinasi unggulan yang dipunyai Garut yakni Situ Bagendit, Dayeuh Manggung, serta Candi dan Situ Cangkuang. Situ Bagendit akan direvitalisasi dan ditata kembali untuk dijadikan sebagai destinasi kelas dunia,” katanya.

Dukungan pemerintah pun akan diberikan untuk menjadikan Garut sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Anggaran Rp100 miliar dari Kementerian PUPR dan Rp30 miliar dari Pemerintah daerah Jawa Barat dialokasikan untuk Situ Bagendit. Sementara itu, Situ Cangkuang akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 7 milyar.

“Kita harapkan tahun 2024 sudah terealisasikan,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya didampingi Bupati Garut Rudy Gunawan dan Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah pada kesempatan itu menjelaskan, Garut mempunyai potensi pariwisata yang besar meliputi atraksi alam, budaya, dan buatan. Para stakeholder pariwisata dan terutama kaum muda milenial mesti bersama-sama memajukan potensi wisata daerah ini.

“Untuk atraksi Garut mempunyai 123 event, namun baru satu yang masuk dalam 100 Wonder Events. Kita harapkan kedepan kaum milenial gencar mempromosikan event pariwisata agar event yang masuk dalam kalender nasional bertambah dan dikenal di seluruh tanah air dan mancanegara,” ujar Menpar Arief Yahya.

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah dari Dapil Jabar (Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya) mengatakan, kemajuan pariwisata Garut sudah dirasakan dengan semakin meningkatnya rata-rata lama tinggal wisatawan mencapai 2,44 hari.

Ke depan dengan memiliki destinasi kelas dunia diharapkan lama tinggal wisatawan akan semakin panjang dan pendapatan masyarakat dari pariwisata akan meningkat.

“Saya mengusulkan agar Pemkab Garut juga meningkatkan kualitas SDM unggul di bidang pariwisata untuk mengembangkan potensi pariwisata Garut,” kata Ferdiansyah.

Bupati Garut Rudy Gunawan melaporkan Kabupaten Garut telah mempunyai tiga pasar wisata digital, yaitu Situ Bagendit, Dayeuh Manggung, dan Candi Cangkuang yang hari ini diluncurkan oleh Menpar Arief Yahya.

“Adanya pasar wisata digital ini memudahkan kami mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Garut,” kata Rudy Gunawan.

Acara peluncuran Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang dimeriahkan dengan berbagai atraksi menarik antara lain Helaran Seni Rudat, Prosesi Adat Kampung Pulo, Rampak Kohkol, Rampak Kendang, Arumba, serta lawak dan pertunjukkan musik milenial.

Selain itu disajikan bermacam kuliner khas Garut antara lain Nasi Liwet Domba Garut, Baroyot dan Gayodot, serta sajian Kopi Garut yang memiliki rasa khas dan disukai kaum milenial. Sajian kuliner tersebut disajikan oleh masyarakat sekitar destinasi Situ Cangkuang.

Selain itu pariwisata Garut didukung oleh unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai. Untuk atraksi alam, Garut sejak lama dikenal sebagai Swiss van Java dengan pemandangan Gunung Papandayan.

Garut juga memiliki Pantai Santolo, Pemandian Air Panas Cipanas, Puncak Darajat Pass, Kampung Sampireun, Kawah Talaga Bodas, Kawah Kamojang, Curug Sang Hyang Taraje, serta Pantai Rancabuaya.

Selain itu Garut juga terkenal dengan seni budaya antara lain Kesenian Adu Domba, Dodombaan, Badeng, Surak Ibra, Raja Dogar, serta peninggalan sejarah Candi Cangkuang.

Untuk memperkuat aksesibilitas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) pada Januari 2019 lalu telah mengaktifkan KA Pangandaran jalur Gambir-Banjar melewati stasiun Nagreg dan Cibatu Garut.

Selain itu aksesibilitas melalui jalan darat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung menuju Garut sekitar 2 jam, sedangkan dari Bandara Wiriadinata Tasikmalaya ke Garut hanya 1 jam.

Sementara itu untuk fasilitas amenitas Garut memiliki tujuh tempat penginapan instagramable yang menggabungkan floating cottage dengan suasana pegunungan dan pemandangan alam, misalnya Kampung Sumber Alam, Cipanas, Kampung Sampireun Resort & Spa, Kamojang Green Hotel & Resort, Sabda Alam Hotel & Resort, Danau Dariza Hotel & Resort, Bukit Alamanda Resort & Resto, dan Tirtagangga Hotel. (Achmad Ichsan)

 

 

Tags: achmad ichsaninacraft newskerajinanpariwisataukm
Previous Post

Dana Bergulir LPDB Yang Tersalurkan Mencapai Rp9,3 Triliun

Next Post

Hiasan Logam Bernuansa Etnik dan Antik

Next Post
Hiasan Logam Bernuansa Etnik dan Antik

Hiasan Logam Bernuansa Etnik dan Antik

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo