Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meninjau Kampung Batik Kauman dan Solo Night Market di Jawa Tengah pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung geliat ekonomi kreatif berbasis lokal sekaligus menekankan pentingnya upaya nyata yang dilandasi kreativitas dalam menunjang daya saing produk ekonomi kreatif daerah.
Di sela kunjungannya pada Sabtu, 3 Januari 2025, Menteri Ekraf Teuku Riefky menilai konsep kreatif yang dihadirkan Kampung Batik Kauman dan Solo Night Market mampu menarik minat wisatawan. Ia menegaskan, agar industri kreatif dapat bertahan dan berkembang, setiap jenama lokal perlu memperhatikan perlindungan hak kekayaan intelektual (HaKI).
Keberadaan Kampung Batik Kauman dan Solo Night Market, menurutnya, menunjukkan bagaimana kekuatan ekonomi kreatif dapat mengangkat jenama lokal secara nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam suasana libur Nataru. Sinergi antara pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai menjadi penggerak penting pertumbuhan subsektor fesyen dan kriya.
“Apa yang dilakukan Kampung Batik Kauman dan Solo Night Market berpotensi memberi dampak bagi perekonomian Indonesia, khususnya pada subsektor fesyen dan kriya. Kementerian Ekraf terus mendorong lahirnya local champion melalui Program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK),” ujar Teuku Riefky.
Kampung Batik Kauman disebut sebagai contoh nyata ekonomi kreatif berbasis tradisi, di mana pengunjung tidak hanya membeli produk, tetapi juga dapat menyaksikan langsung proses membatik dan berinteraksi dengan para pengrajin. Sejumlah gerai yang dikunjungi antara lain Batik Domas, Batik Gunawan Setiawan, dan Batik Soga.
Ketua Paguyuban Kampung Batik Kauman, Gunawan Setiawan, menyampaikan pihaknya berupaya menjadikan kawasan tersebut tidak hanya sebagai pusat produksi batik tradisional, tetapi juga sebagai destinasi kampung kreatif yang terus berkembang dan mendorong kegiatan kreatif, termasuk pelatihan ke berbagai daerah.
Sementara itu, Solo Night Market dinilai mampu menghadirkan ruang publik sebagai etalase produk kreatif lokal yang berorientasi pada penguatan jenama dan pengalaman budaya, sehingga menjadi sumber kekuatan ekonomi sekaligus identitas kota.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky turut didampingi Pembina Dharma Wanita Persatuan Kementerian Ekraf Adinda Yuanita, Sekretaris Kementerian Ekraf/Sekretaris Utama Badan Ekraf Dessy Ruhati, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan, Plt Kepala Biro Komunikasi Kiagoos Irvan Faisal, serta Plt Kepala Biro Umum Indra Saputra.





