Kekuatan dua kutub yang bertemu dalam satu titik, memadukan energi dari keduanya. Apa yang menjadi perpaduan belum tentu menghasilkan sesuatu yang baru. Hanya menjadikan lebih ringkas dan dapat dibaca secara komprehensif. Itulah bagian terpenting dari perpaduan dua kondisi atau bendawi tersebut. Terlihat bahwa anatomi estetik dapat diperlihatkan secara utuh.
Itulah yang terbaca pada pameran seni berjudul Resonansi. Pameran dengan materi lukisan dan patung yang membawa energi baru dalam seni. Pertautan antara dua bentuk seni dikelola dengan baik dalam ruang pamer yang luas. Sehingga terlihat bahwa kebutuhan melihat dari jarak tertentu karya menjadi sekuel utama. Penyajian karya dalam pameran ini masih di dominasi lukisan dengan berbagai gaya. Kesana ekspresif dalam ruang pamer tercipta dengan menarik.
Pameran seni lukisan dan patung ini diikuti peserta dari berbagai kota, Jakarta, Surabaya, Jogjakarta dan daerah lainnya. Seniman saling berbagi dalam ruang dan tempat pajang karya. Resonansi memberi keunikan tersendiri, memperlihatkan keabsahan dalam berkarya dari masing-masing seniman. Tingkat kematangan terbukti dalam ruang pamer, tiap karya mempunyai perspektif yang berkesesuaian dengan tema yang dibawakan. “Konteks pameran ini resonansi berarti karya-karya seni rupa bekerja menyampaikan pesan dan energi yang berupa resonansi (getaran) jiwa yang mampu menyelaraskan frekuensi ke penerimanya,” tulis Mahmud Eqadrie dalam essay pameran ini.
Begitulah pameran yang bertempat di Sancaya Art Space, Bellevue Mall Cinere, Jl Pangkalan Jati, Cinere, Jakarta Selatan. Pameran akan berlangsung dari 14 sampai 24 Februari 2026. Berbagai karya dapat dilihat dalam pameran ini. Baik lukisan atau Patung.***




