Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menegaskan peran SMESCO Indonesia sebagai pusat layanan terpadu bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) itu disebut menjadi “rumah” bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
Direktur Utama SMESCO, Doddy Akmadsyah Matondang, mengatakan lembaganya merupakan satuan kerja Badan Layanan Umum di bawah Kementerian UMKM yang berfokus pada promosi dan pengembangan produk agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global. “SMESCO hadir sebagai mitra profesional ekosistem UMKM dengan mengembangkan potensi lokal,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 19 Desember.
Berdiri sejak 2007 di kawasan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, SMESCO menjadi etalase produk unggulan UMKM dari seluruh provinsi. Hingga awal Desember 2025, lembaga ini tercatat telah melayani 103.199 pelaku UMKM.
Sebanyak 2.397 usaha memasarkan produknya melalui Galeri Nusantara di lantai dua Gedung SMESCO. Dari jumlah itu, 1.823 UMKM memperoleh akses perluasan pasar. SMESCO juga memfasilitasi 18 UMKM menembus ekspor dan mencatat peningkatan volume usaha pada tujuh pelaku usaha.
Tak hanya pemasaran, SMESCO menjalankan fungsi konsultasi dan pendampingan. Tercatat 3.973 UMKM memanfaatkan layanan konsultasi kewirausahaan, sementara 1.268 UMKM memperoleh pendampingan legalitas, termasuk penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi pendukung. Program inkubasi bisnis telah diikuti 519 UMKM.
Doddy menyebut SMESCO juga menyediakan sarana dan prasarana untuk kegiatan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, hingga asosiasi. Sepanjang 2025, puluhan kegiatan digelar sebagai bagian dari penguatan ekosistem usaha.
Di bidang pemasaran, layanan yang diberikan mencakup informasi pasar, penguatan jaringan distribusi, pelatihan manajerial, teknik promosi, hingga inkubasi pemasaran. Seluruhnya dijalankan melalui kolaborasi dengan mitra swasta dan pemangku kepentingan.
Memasuki 2026, SMESCO menargetkan optimalisasi akses pasar melalui penguatan logistik dan distribusi ritel, branding, kurasi dan verifikasi produk, konsultasi pembiayaan, pengembangan teknologi digital, serta fasilitasi ekspor terutama untuk furnitur dan komoditas unggulan.
Lembaga ini juga berencana memperluas jangkauan lewat pendirian SMESCO Hub yang terintegrasi dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di berbagai kota dan kabupaten. “Harapan kami, SMESCO dapat meningkatkan volume usaha, nilai ekspor, serta memperluas kemitraan UMKM,” kata Doddy.




