• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Business

UMKM Go Global Solusi Pemulihan Ekonomi

Achmad Ichsan by Achmad Ichsan
April 23, 2021
in Business
0
UMKM Go Global Solusi Pemulihan Ekonomi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah, swasta, asosiasi dan seluruh pemangku kepentingan dituntut untuk bergandengan tangan dalam upaya memulihkan perekonomian nasional. Salah satu yang menjadi sumber kekuatan bagi kebangkitan ekonomi adalah sektor UMKM. Disadari bahwa sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19. Oleh karena itu perlu upaya bersama agar sektor UMKM bisa menggeliat kembali menjadi penopang ekonomi nasional.

Hal itu diutarakan oleh Deputi Bidang UKM, Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman, dalam diskusi publik virtual bertajuk Kiat Tips Logistik dalam Melakukan Ekspor Bagi UMKM yang Efektif dan Efisien, yang digelar oleh Beritakota.id dengan dukungan Kadin Indonesia dan beberapa sponsor yaitu SiCepat Ekspres Indonesia, J&T Express, Kokola Biscuit & Wafer, dan Luminor Hotel Jakarta Kota, Kamis (22/4/2021).

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan ekspor. Bahkan pemerintah telah mencanangkan program mencetak 1 juta eksportir baru agar bisa mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

KemenkopUKM juga telah membangun trading house di Smesco Indonesia bagi UMKM. Melalui Smesco Indonesia, produk UMKM akan dikurasi dan dilakukan penguatan agar bisa bersaing di pasar global. Di sini juga nantinya akan dijadikan sebagai pusat pengadaan bahan baku bagi UMKM sehingga tidak lagi kesulitan dalam proses produksi.

“Untuk membantu kemudahan ekspor kita aktif melakukan pendampingan ke UMKM. Bahkan kita sudah menjalin kerjasama dengan Garuda Indonesia untuk memberikan slot khusus bagi produk UMKM agar bisa dikirim (ekspor),” kata Hanung.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Eddy Ganefo, menambahkan hasil survei yang dilakukan oleh Kadin Indonesia dalam setahun terakhir mencatat dari 64,19 juta pelaku usaha termasuk UMKM ada 34,5 persen yang mengalami penurunan omzet hingga 75 persen. Kemudian pelaku usaha yang omzetnya turun hingga 50 persen jumlahnya mencapai 25,8 persen.

“Lalu untuk pelaku usaha yang omzetnya turun sampai 25 persen jumlahnya itu 16 persen. Untuk UMKM yang justru naik omzetnya itu ada sekitar 4,4 persen,” kata Eddy

Eddy menambahkan meski ada tantangan yang luar biasa akibat pandemi, Kadin masih melihat potensi besar bagi UMKM untuk bangkit yaitu dengan menciptakan produk-produk berskala bisa ekspor. Cara agar bisa merambah pasar ekspor, UMKM perlu bersinergi dengan marketplace atau dengan memasarkan via digital. Pasalnya di tengah pembatasan aktivitas sosial, saat ini pemasaran secara online menjadi primadona. Hal ini menjadi peluang yang sangat baik bagi pelaku usaha meningkatkan market salesnya.

“Dari apa yang udah kami lakukan ternyata UMKM bisa ekspor dengan jumlah tidak harus jumlah besar caranya dengan menggandeng marketplace yang kita letakkan di luar negeri. Mereka B to C atau C to C, kita harap dari sana ada sumber pembeli dari luar negeri sehingga volume (penjualan) diharapkan naik,” pungkas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Akumindo (Asosiasi UMKM Indonesia), M. Ikhsan Ingratubun, menjelaskan bahwa potensi meningkatkan ekspor nasional masih sangat besar. Hanya saja kendala utama dari dunia usaha termasuk UMKM adalah keterbatasan infrastruktur seperti pergudangan di berbagai negara tujuan ekspor. Menurutnya gudang yang dibangun oleh pemerintah atau swasta di beberapa negara tujuan ekspor masih sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan keterbatasan kemampuan ekspor produk Indonesia keluar negari.

“Kenapa malah gudang di Indonesia yang diperbesar diperbanyak ini justru bisa menciptakan peluang impor besar-besaram. Kita tidak punya infrastruktur memadai berupa gudang dingin atau kering di luar sana. Ini PR pemerintah dan swasta untuk selesaikan masalah ekspor,”ujarnya.

Sementara itu CCO Sicepat Ekspres Indonesia, Imam Sedayu menambahkan, sebagai perusahaan jasa di bidang logistik, pihaknya komitmen untuk mendukung dunia usaha khususnya UMKM meningkatkan penjualannya terutama untuk tujuan ekspor. Dengan layanan SiCepat Go, produk UMKM yang dipesan oleh buyer dari luar negeri akan cepat sampai dengan jaminan aman dan tarif yang bersaing. Layanan SiCepat GO tersedia ke seluruh negara kecuali untuk wilayah high risk country.

“Kita harap dengan layanan SiCepat Go ini kami harap bisa mendorong UMKM bisa go internasional. kita kerjasama dengan company di Indonesia atau di luar sehingga bisa mendeliver produk UMKM hingga ke luar negeri,” ulas Imam.

Imam menambahkan bahwa peluang UMKM untuk bisa menjual produknya ke luar negeri saat ini sangat terbuka lebar. Syaratnya produk yang dijual harus mampu menampilkan kualitas yang baik, packaging yang bagus dan juga harga yang kompetitif. Dengan biaya jasa antar dari SiCepa Go yang relatif lebih murah dibandingkan dengan lainnya diharapkan bisa menjadi salah satu kunci daya saing dari produk UMKM.

“Kita komitmen bantu UMKM dengan bagaimana memberikan integrated system agar produk mereka bisa cepat ekspor. Kalau untuk layanan domestik kita sudah mengcover hampir semua wilayah. Sekitar 99,9 persen kita sudah ada,” tandasnya. (Achmad Ichsan)

Tags: achmad ichsanbuyerekonomieksporglobalgoichsaninacraftinacraftnewsindonesiapemulihanPerekonomianproduksolusiukmumkm
Previous Post

Membuat Bros Cantik dari Pita

Next Post

LPDB Tingkatkan Kualitas Pinjaman Dana Bergulir

Next Post
LPDB Tingkatkan Kualitas Pinjaman Dana Bergulir

LPDB Tingkatkan Kualitas Pinjaman Dana Bergulir

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

smile haartransplantation kosten istanbul

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo