• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Business

WCTF 2025 Jadi Momentum Indonesia Perkuat Industri Keramik Global

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
November 14, 2025
in Business, Ekonomi dan Bisnis, Focus ASEPHI, SMEs
0
WCTF 2025 Jadi Momentum Indonesia Perkuat Industri Keramik Global
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global industri keramik melalui penyelenggaraan The 32nd World Ceramic Tiles Forum (WCTF) 2025 di Yogyakarta. Forum internasional yang dihadiri delegasi berbagai negara ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kekuatan industri keramik nasional yang kini menempati peringkat lima besar produsen dunia.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Taufiek Bawazier, mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa industri keramik merupakan salah satu sektor unggulan berbasis sumber daya alam lokal dengan struktur industri yang kuat.

“Dengan kapasitas produksi 625 juta meter persegi per tahun, Indonesia berada di posisi lima besar produsen keramik dunia. Kami optimistis, dengan dukungan investasi dan kebijakan yang tepat, Indonesia dapat naik menjadi empat besar dalam waktu dekat,” ujar Taufiek pada gelaran WCTF 2025 di Yogyakarta, Senin (10/11).

Kinerja industri keramik juga terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan II-2025, sektor semen, keramik, dan pengolahan bahan galian nonlogam tumbuh 10,07 persen (y-on-y), menjadi salah satu subsektor dengan capaian terbaik di industri manufaktur nonmigas.

Sepanjang 2020–2024, realisasi investasi sektor keramik mencapai Rp20,3 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 10.000 orang. Akumulasi investasi saat ini telah menembus Rp224 triliun dan mendukung sekitar 40.000 tenaga kerja di berbagai segmen produksi.

Taufiek menilai prospek industri keramik nasional masih terbuka lebar, didorong kebutuhan pembangunan infrastruktur dan properti. Konsumsi keramik nasional yang baru mencapai 2,2 meter persegi per kapita—lebih rendah dibanding Malaysia dan Thailand—menjadi peluang besar bagi peningkatan permintaan domestik.

Pemerintah juga mendorong transformasi teknologi melalui adopsi digital printing dan digital glazing untuk menghasilkan produk berukuran besar dengan presisi tinggi sesuai standar internasional. Hingga Agustus 2025, ekspor keramik Indonesia tercatat mencapai USD31 juta.

Untuk memperkuat iklim investasi, Kemenperin menyiapkan kawasan industri strategis di Batang, Kendal, dan Semarang, yang memiliki akses dekat pelabuhan, jalan tol, dan infrastruktur gas. Kawasan tersebut menawarkan insentif fiskal dan nonfiskal bagi investor.

“Pemerintah terus mendukung daya saing industri keramik melalui kebijakan fiskal, efisiensi energi, serta penerapan Standar Industri Hijau, sejalan dengan target net-zero emission 2050,” kata Taufiek.

Ia menutup dengan menegaskan pentingnya kolaborasi internasional melalui WCTF 2025 sebagai platform berbagi praktik terbaik dan mendorong inovasi berkelanjutan. “Kami mengundang investor dan pelaku industri global untuk bersama Indonesia membangun industri keramik yang tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.

Tags: IKFTkemenperinkeramikTaufiek BawazierWCTF 2025
Previous Post

ASEPHI Tekankan Pentingnya Akses Bahan Baku dan Kemudahan Ekspor saat RDP Bersama DPR dan Kemenperin

Next Post

MTN Lab: Jakarta – Rules of the Game

Next Post
MTN Lab: Jakarta – Rules of the Game

MTN Lab: Jakarta - Rules of the Game

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

smile haartransplantation kosten istanbul

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo