Program Go Green ASEPHI kembali menjadi salah satu sorotan utama dalam penyelenggaraan The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026. Program ini menegaskan komitmen ASEPHI dalam mendorong praktik industri kriya yang ramah lingkungan, berkelanjutan, serta bertanggung jawab terhadap dampak ekologi.
Melalui Go green, ASEPHI mengajak perajin dan pelaku UMKM untuk menerapkan penggunaan bahan ramah lingkungan, pengelolaan limbah produksi, serta inovasi produk berbasis daur ulang.
Ketua Program Go Green ASEPHI, Yanna Diah Kusumawati, menegaskan bahwa inisiatif go green merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat daya saing produk kriya Indonesia di pasar global.
Menurutnya, INACRAFT 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk kerajinan, tetapi juga platform edukasi untuk membangun kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dalam industri kreatif. “Go green menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa produk kriya Indonesia tidak hanya unggul secara estetika dan budaya, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Komitmen terhadap keberlanjutan tampak sejak langkah pertama memasuki area pameran. Penggunaan material ramah lingkungan pada dekorasi stan, pengurangan plastik sekali pakai, hingga pemanfaatan bahan daur ulang menjadi pemandangan yang semakin lazim. Banyak perajin memilih kemasan kertas, kain, atau anyaman alami sebagai pengganti plastik, sekaligus menambah nilai estetika produknya.
Bagi ASEPHI, konsep go green bukan sekadar tren, melainkan filosofi berkarya. Mereka mengolah bahan baku lokal secara bijak, meminimalkan limbah produksi, serta menjaga kearifan lokal dalam proses pembuatan. Praktik ini tidak hanya membantu menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat identitas produk kerajinan Indonesia di mata pasar global.
Antusiasme pengunjung terhadap produk berkelanjutan terlihat jelas. Banyak pengunjung secara sadar memilih produk yang memiliki cerita tentang keberlanjutan, asal-usul bahan, dan proses produksi yang ramah lingkungan. Kesadaran ini menandai perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin peduli pada dampak lingkungan dari setiap pilihan belanja.
INACRAFT 2026 juga menjadi ruang edukasi. Melalui dialog langsung dengan perajin, pengunjung mendapat pemahaman bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana, memilih produk lokal, mendukung UMKM berkelanjutan, dan menggunakan barang yang tahan lama. Pesan ini mengalir alami di tengah suasana pameran yang hangat dan interaktif.
Dengan mengusung semangat go green, INACRAFT 2026 menegaskan perannya bukan hanya sebagai ajang promosi kerajinan, tetapi juga sebagai motor perubahan menuju industri kreatif yang lebih berkelanjutan. Di sini, keindahan karya bertemu dengan kepedulian terhadap bumi dan membuktikan bahwa kreativitas dan kelestarian dapat berjalan seiring, demi masa depan yang lebih hijau.





