• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Focus ASEPHI

Kampung ASEPHI 2026 Jadi Ruang Kebangkitan UMKM Batik dan Kerajinan Solo

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
May 19, 2026
in Focus ASEPHI, Regional Report
0
Kampung ASEPHI 2026 Jadi Ruang Kebangkitan UMKM Batik dan Kerajinan Solo

Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Ketua Umum ASEPHI Muchsin Ridjan dan Ketua BPC ASEPHI Solo Raya Amin Suhudi Sutiman membuka Pameran Kampung ASEPHI 2026 di Solo Paragon Lifestyle Mall (13/5).

0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Deretan stan batik, craft, hingga produk kriya dari berbagai daerah memenuhi area Solo Paragon Lifestyle Mall, Surakarta, Jawa Tengah, dalam gelaran Kampung ASEPHI 2026 yang berlangsung pada 13–17 Mei 2026. Pameran bertema “Menghidupkan Tradisi, Mempertemukan Kreasi” itu menjadi upaya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membangkitkan kembali pasar kerajinan di tengah perubahan tren konsumsi masyarakat.

Pameran yang diinisiasi Badan Pengurus Cabang Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPC ASEPHI) Solo tersebut menghadirkan puluhan pelaku usaha dari Solo Raya hingga luar daerah seperti Lombok, Jakarta, dan Palembang. Sebanyak 44 stan UMKM serta dua stan dari sektor perbankan ikut meramaikan kegiatan yang dipusatkan di pusat perbelanjaan tersebut.

Ketua BPC ASEPHI Solo Raya Amin Suhudi Sutiman mengatakan konsep Kampung ASEPHI sengaja dihadirkan untuk mendekatkan produk UMKM kampung kepada konsumen perkotaan sekaligus memperluas akses pasar para perajin.

Ketua Umum ASEPHI dan beberapa pengurus ASPHI Daerah mengunjungi pameran Kampung ASEPHI 2026.

“Lewat Kampung ASEPHI ini kami mencoba menghidupkan lagi teman-teman UMKM yang ada di kampung, kami bawa ke mal dan dikolaborasikan agar pasar mereka lebih luas,” kata Sutiman di sela pembukaan acara.

Pameran tersebut menjadi langkah strategis untuk membantu pelaku UMKM bertahan di tengah kondisi pasar yang masih lesu. Ia berharap momentum libur panjang dapat membantu meningkatkan penjualan dan pesanan produk para peserta pameran.

“Konsep Kampung ASEPHI sengaja kami hadirkan untuk membawa pelaku UMKM batik kampung masuk ke pusat perbelanjaan agar lebih dekat dengan konsumen. Harapannya selama lima hari ini dapat mendongkrak omzet pelaku usaha,” ujarnya.

Saat ini anggota ASEPHI Solo Raya mencapai sekitar 150 hingga 160 pelaku usaha. Sekitar 70 persen bergerak di sektor batik dan fesyen, sedangkan sisanya berada di bidang handycraft atau kerajinan tangan.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi yang hadir membuka pameran mengatakan pelaku usaha harus mulai beradaptasi dengan perubahan perilaku pasar dan pola konsumsi masyarakat saat ini.

“Kita tidak bisa lagi di era ini berjualan dengan cara yang sama, market sudah bergeser. Sekarang marketnya direct selling,” kata Respati.

Menurut Respati, tantangan pelaku UMKM saat ini bukan hanya soal digitalisasi, tetapi bagaimana menciptakan pengalaman berbelanja atau experience bagi konsumen. Ia menilai konsumen modern cenderung bersedia membayar lebih untuk produk yang memberikan pengalaman emosional dan interaksi langsung.

“Orang sekarang mau membayar lebih ketika mereka mendapatkan experience,” ujarnya.

Respati juga meminta pelaku usaha batik dan kriya tidak terlalu mengandalkan strategi potongan harga dalam meningkatkan penjualan. Ia mendorong lahirnya pendekatan pemasaran baru yang lebih kreatif dan sesuai dengan tren konsumen masa kini.

“Daripada banyak diskon, lebih baik gunakan untuk cara marketing yang baru,” katanya.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Surakarta, konsumen terbesar produk ekonomi kreatif di Solo saat ini berasal dari kelompok usia 18 hingga 35 tahun, terutama perempuan. Karena itu, pemerintah kota berkomitmen memberikan pelatihan kepada pelaku usaha agar mampu menyesuaikan strategi pemasaran dengan karakter pasar baru tersebut.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengunjungi stan Margo Glass

Selain memperkuat sektor batik dan kerajinan, Pemerintah Kota Surakarta juga mulai mendorong pengembangan wellness tourism berbasis budaya Jawa. Respati mengatakan konsep wisata itu dapat dipadukan dengan wisata kuliner, kampung batik Laweyan dan Kauman, hingga pertunjukan wayang orang untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih lengkap.

“Saya ajak para pelaku usaha untuk mulai masuk ke bisnis wellness tourism dengan sentuhan budaya Jawa,” ujarnya.

Menjelang Hari Batik Nasional pada 1 Oktober mendatang, Pemerintah Kota Surakarta juga menyiapkan promosi besar-besaran untuk memperluas pasar produk batik dan ekonomi kreatif Solo. Sejumlah influencer nasional direncanakan akan dilibatkan dalam kampanye promosi tersebut.

“Sejumlah influencer nasional dihadirkan untuk membantu mempromosikan batik dan produk ekonomi kreatif Kota Solo ke pasar yang lebih luas,” tutup Respati.

Melalui Kampung ASEPHI 2026, para pelaku UMKM berharap pameran tersebut dapat menjadi ruang promosi berkelanjutan sekaligus membantu menggerakkan kembali pasar kerajinan dan batik yang beberapa waktu terakhir mengalami perlambatan permintaan.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi bersama Ketua Umum ASEPHI Muchsin Ridjan dan segenap pengurus BPC ASEPHI Solo berpose usai peresmian pameran Kampung ASEPHI 2026.
Tags: Amin Suhudi SutimanASEPHI SoloKampung ASEPHI 2026
Previous Post

Rones Triyono Terpilih Pimpin ASEPHI Kaltim, Fokus Perluas Pasar dan Penguatan UMKM Kriya

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo